Arek Jatim . 09/06/2026, 20:17 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Hertyoso Nursasongko merupakan lulusan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia yang memulai karier profesionalnya di industri otomotif nasional.
Perjalanan kariernya dimulai pada 1997 ketika bergabung dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Selama lebih dari dua dekade berkarier di perusahaan tersebut, Hertyoso dipercaya menduduki berbagai posisi strategis yang berkaitan dengan manufaktur dan pengelolaan operasional.
Selama bekerja di Toyota, Hertyoso menempati sejumlah jabatan penting yang menunjukkan kapasitasnya di bidang industri manufaktur.
Beberapa posisi yang pernah dijabat antara lain:
Pengalaman tersebut membuat namanya dikenal sebagai salah satu profesional yang memiliki kompetensi kuat dalam pengelolaan industri berskala besar.
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di Toyota pada 2022, Hertyoso melanjutkan karier di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia dipercaya menjabat sebagai Senior Executive Vice President di PT Boma Bisma Indra (Persero).
Tak lama kemudian, ia juga mendapat amanah sebagai Komisaris Utama PT Dok Perkapalan Surabaya. Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi modal penting sebelum akhirnya bergabung dengan PT Barata Indonesia.
Pada penghujung 2023, Hertyoso dipercaya mengisi posisi Direktur Operasi PT Barata Indonesia. Kariernya di perusahaan tersebut terus menanjak hingga akhirnya ditunjuk sebagai Direktur PT Barata Indonesia pada 2024 hingga saat ini.
PT Barata Indonesia merupakan salah satu perusahaan manufaktur strategis milik pemerintah yang bergerak di berbagai sektor industri.
Perusahaan ini berdiri sejak 1971 dan seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Fokus bisnis PT Barata Indonesia meliputi:
Sebagai perusahaan BUMN, Barata Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional. Dari situs resmi perusahaan diketahui, modal disetor PT Barata Indonesia mencapai lebih dari Rp762 miliar.
Berdasarkan informasi korporasi terbaru, struktur pimpinan PT Barata Indonesia saat ini terdiri dari dua pejabat utama. Hertyoso Nursasongko menjabat sebagai Direktur. Sementara posisi Komisaris ditempati Sudarso.
Nah, Sudarso dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebelum dipercaya menjadi komisaris perusahaan.
Pengalamannya mencakup berbagai jabatan strategis mulai dari kepala kantor wilayah hingga direktur sistem perbendaharaan nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media