Laskar Bola Jatim . 19/06/2026, 21:17 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Arema FC mengumumkan perombakan total skuad yang bisa dibilang sebagai "revolusi berdarah". Manajemen secara resmi memutuskan tidak memperpanjang kontrak gelandang tangguh, Samuel Gideon Balinsa, untuk musim depan.
Keputusan ini bukan bersifat terisolasi. Balinsa menjadi nama terbaru yang harus angkat kaki dari Stadion Kapten I Wayan Dipta (markas latihan) setelah sebelumnya klub melepas dua legiun asing asal Brasil dan sederet pilar lokal andalan.
Langkah agresif ini menandakan Arema FC sedang membangun ulang mesin perang mereka dari nol untuk menghadapi tantangan musim depan yang jauh lebih berat.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi keputusan pelepasan pemain ini murni berdasarkan proyeksi taktis pelatih untuk musim kompetisi 2026/2027.
Samuel Balinsa, yang musim ini genap berusia 27 tahun, dinilai tidak lagi masuk dalam peta kekuatan tim ke depan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Samuel Gideon Balinsa atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan kepada Arema FC," ujar Yusrinal dalam keterangan tertulisnya di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (17/6/2026).
Namun, hal yang membuat publik sepak bola Jawa Timur terkejut adalah daftar panjang pemain yang juga harus berpisah dengan klub. Tak hanya Balinsa, Arema FC juga resmi melepas duo asal Brasil, Pablo Oliveira dan Luiz Gustavo.
Mereka menyusul hengkangnya tujuh pilar penting lainnya: Lucas Frigeri, Dalberto Luan, Dedik Setiawan, Anwar Rifai, Iksan Lestaluhu, Valdeci Moreira, dan Rifad Marasbessy. Secara total, ada 10 pemain yang resmi dilepas massal oleh manajemen dalam waktu berdekatan!
Meski berujung pada perpisahan, nama Samuel Balinsa akan selalu terukir emas di hati para pendukung Arema. Didatangkan pada musim 2023/2024 dari klub Persewar Waropen, pemain berdarah Papua ini langsung menjelma menjadi penyeimbang kekuatan di lini tengah Singo Edan.
Selama tiga musim membela panji kebesaran Arema, Balinsa tercatat telah tampil dalam 64 pertandingan di semua ajang kompetisi. Peran vitalnya sebagai gelandang box-to-box yang tak kenal lelah menjadi kunci utama keberhasilan Arema FC mengangkat trofi Piala Presiden untuk keempat kalinya pada tahun 2024 lalu.
"Semoga seluruh pengalaman yang diperoleh selama membela Arema FC menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi," doa Yusrinal, menutup lembaran karir Balinsa di klub berjulukan Singo Edan ini dengan penuh hormat.
Kepergian 10 pemain sekaligus, termasuk nama-nama yang memiliki jam terbang tinggi di Liga 1, tentu menjadi pedang bermata dua bagi tim.
Di satu sisi, ini adalah kesempatan emas untuk melakukan regenerasi dan mendatangkan pemain-pemain baru. Di sisi lain, ini menjadi tantangan besar bagi staf kepelatihan yang harus meracik kekompakan tim dalam waktu yang sangat singkat sebelum kompetisi dimulai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media