Arek Jatim . 09/06/2026, 20:17 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Informasi pendukung mengenai kondisi keuangan Hertyoso Nursasongko menunjukkan bahwa ia juga memiliki instrumen investasi berupa surat berharga dengan nilai yang cukup besar, selain kepemilikan aset bergerak lainnya. Rincian aset yang dimilikinya adalah sebagai berikut:
Di balik jumlah aset bernilai miliaran rupiah tersebut, Direktur PT Barata Indonesia ini ternyata juga tercatat memiliki kewajiban finansial berupa utang sebesar Rp967.237.977.
Setelah dilakukan perhitungan dengan cara menjumlahkan seluruh nilai aset dan kemudian mengurangkannya dengan jumlah utang yang dimiliki, maka total nilai kekayaan bersih akhir yang dilaporkan adalah sebesar Rp9,93 miliar.
Seperti diberitakan, penggeledahan yang dilakukan Kortastipidkor Polri di kantor pusat PT Barata Indonesia (Persero) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, membuat perhatian publik tertuju pada jajaran pimpinan perusahaan pelat merah tersebut.
Salah satu nama yang banyak dicari adalah Hertyoso Nursasongko. Dia adalah Direktur PT Barata Indonesia yang saat ini memimpin perusahaan manufaktur milik negara tersebut.
Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan korupsi proyek Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC) pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Situbondo.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI disebut memiliki indikasi kerugian negara mencapai Rp645,2 miliar. Meski begitu, hingga saat ini aparat penegak hukum belum mengumumkan penetapan tersangka.
Dalam operasi yang berlangsung sejak Selasa (9/6/2026) pagi, penyidik memeriksa sejumlah ruangan strategis di lingkungan PT Barata Indonesia.
Selain divisi pengadaan, keuangan, dan unit bisnis pabrik gula, ruang kerja direksi juga menjadi bagian dari lokasi yang diperiksa penyidik.
Ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur penyidikan guna mencari dokumen, data elektronik, kontrak, hingga catatan administrasi yang berkaitan dengan proyek modernisasi PG Assembagoes yang berlangsung pada periode 2016 hingga 2022.
Kortastipidkor Obrak-Abrik Ruang Direktur PT Barata Indonesia Gresik, Usut Korupsi PG Assembagoes Rp645 Miliar
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media