Arek Jatim . 09/06/2026, 20:17 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Sebagai perusahaan BUMN, Barata Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional. Dari situs resmi perusahaan diketahui, modal disetor PT Barata Indonesia mencapai lebih dari Rp762 miliar.
Berdasarkan informasi korporasi terbaru, struktur pimpinan PT Barata Indonesia saat ini terdiri dari dua pejabat utama. Hertyoso Nursasongko menjabat sebagai Direktur. Sementara posisi Komisaris ditempati Sudarso.
Nah, Sudarso dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebelum dipercaya menjadi komisaris perusahaan.
Pengalamannya mencakup berbagai jabatan strategis mulai dari kepala kantor wilayah hingga direktur sistem perbendaharaan nasional.
Selain terseret dalam sorotan akibat penggeledahan penyidik, PT Barata Indonesia sebelumnya juga sempat menjadi perhatian dalam pembahasan di DPR RI terkait piutang dan kewajiban sejumlah perusahaan BUMN.
Dalam rapat kerja yang berlangsung pada 2025, muncul pembahasan mengenai kewajiban sejumlah BUMN kepada sektor perbankan. PT Barata Indoesia tercatat memiliki utang sebesar Rp89,11 miliar kepada Bank Jabar Banten (BJB) sejak Desember 2021.
Isu tersebut kemudian memunculkan dorongan dari sejumlah anggota parlemen agar penyelesaian kewajiban keuangan perusahaan negara dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Jajaran Bos PT Barata Indonesia, Hertyoso Nursasongko menjabat Direktur. Posisi Komisaris ditempati Sudarso
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media