Arek Jatim . 18/05/2026, 10:50 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Setelah korban mulai percaya, pelaku diduga melancarkan aksi brutalnya pada hari ketiga.
Pelaku masuk ke kamar korban lalu mengancam menggunakan pisau cutter sebelum melakukan kekerasan seksual berulang kali.
Korban bahkan disebut mengalami penyekapan dengan kondisi mulut dan mata dilakban agar tidak bisa melawan maupun meminta pertolongan.
Korban kemudian disekap dan diperkosa beberapa kali. Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya kejahatan berbasis media sosial.
Tidak berhenti pada aksi kekerasan seksual, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Polisi mengungkap pelaku mencuri sepeda motor, handphone, hingga uang korban sebelum kabur ke Surabaya menggunakan kapal laut.
Barang hasil curian itu kemudian dijual kepada seseorang berinisial SU dengan total sekitar Rp3 juta. Uang hasil penjualan diduga dipakai pelaku untuk biaya pelarian antar kota.
Fakta paling mengejutkan terungkap saat penyidik mendalami tujuan pelaku pergi ke Surabaya.
Ternyata Surabaya bukan sekadar tempat persembunyian. Polisi menemukan bahwa Feri sudah mulai menyebarkan lowongan kerja palsu baru melalui Facebook untuk mencari calon korban lain di Kota Pahlawan.
Selain di Makassar, pelaku juga diketahui telah memasang iklan lowongan kerja di Surabaya.
Polisi menduga jika tidak cepat ditangkap, pelaku kemungkinan kembali menjalankan aksi serupa dengan korban berbeda.
Setelah ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, pelaku dibawa kembali ke Makassar untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media