Minggu, 14 Juni 2026
--°C --
-- · --
Kampung Rek

BAHAYA LUR! Tanggul Lumpur Lapindo KRITIS: Jalur Kereta Api dan Jalan Nasional Terancam LUMPUH TOTAL

RH
Tim Redaksi
13/06/2026, 20:20 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
BAHAYA LUR! Tanggul Lumpur Lapindo KRITIS: Jalur Kereta Api dan Jalan Nasional Terancam LUMPUH TOTAL

Tanggul Lumpur Lapindo KRITIS: Jalur Kereta Api dan Jalan Nasional Terancam LUMPUH TOTAL

Finjatim - Ancaman kegagalan struktur pada tanggul penahan lumpur Lapindo di titik Siring dan Gempolsari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, kembali memicu kekhawatiran yang serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama DPRD Kabupaten Sidoarjo memperingatkan adanya risiko kelumpuhan total pada jalur transportasi utama nasional jika tanggul yang berada dalam kondisi kritis tersebut jebol akibat fenomena penurunan tanah yang terus terjadi.

Kawasan Siring menjadi titik perhatian paling utama karena lokasinya berada tepat bersebelahan dengan jalan raya nasional dan jalur rel kereta api aktif milik PT Kereta Api Indonesia.

Pembaruan data teknis per Juni 2026 menunjukkan bahwa jika terjadi kebocoran besar, luapan material lumpur panas tidak hanya akan memutus jalur ekonomi Jawa Timur menuju wilayah Tapal Kuda, tetapi juga berpotensi menenggelamkan permukiman padat penduduk di desa Kali Tengah dan sekitarnya.

Advertisement

"Jika tanggul di Siring sampai jebol, dampaknya tidak hanya dirasakan warga sekitar. Jalan raya dan rel kereta api yang merupakan jalur vital juga bisa terganggu. Hal ini tentu akan berpengaruh besar terhadap mobilitas masyarakat dan roda perekonomian," tegas Ketua DPRD Sidoarjo, M. Nasih.

Fenomena Amblesnya Tanah Intai Porong

Melihat kondisi tanah di kawasan inti semburan yang terus merosot ke bawah, DPRD Sidoarjo mendesak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) selaku lembaga penanggung jawab utama untuk segera menerapkan sistem mitigasi bencana berbasis teknologi.

DPRD Sidoarjo meminta PPLS menghentikan metode pemantauan manual dan segera membangun sistem peringatan dini menggunakan sensor digital yang bekerja secara langsung dan berkelanjutan.

Langkah pemantauan berbasis teknologi modern ini dianggap sangat mutlak diperlukan, agar setiap pergeseran struktur tanah maupun retakan halus pada dinding tanggul setinggi belasan meter tersebut dapat terdeteksi sedini mungkin sebelum memicu bencana yang lebih besar.

Selain itu, transparansi informasi dari pihak PPLS dituntut agar lebih terbuka kepada publik, pers, dan pemerintah daerah, supaya masyarakat sekitar tidak diliputi rasa cemas yang tidak berdasar.

Baca Juga

"Sistem peringatan dini sangatlah penting. Dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini, seharusnya kondisi tanggul bisa dipantau secara langsung sehingga risiko dapat diketahui sejak awal," tambah Nasih.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menyatakan bahwa hasil peninjauan langsung di lapangan mencatat kondisi tanggul saat ini sebenarnya masih dalam kategori aman dan terkendali.

Untungnya, wilayah Sidoarjo saat ini sedang memasuki puncak musim kemarau, sehingga volume air di dalam kolam penampungan utama tidak mengalami lonjakan yang drastis.

Advertisement

Meski begitu, pihak BPBD meminta semua pihak untuk tidak lengah. Ancaman nyata berupa luapan air bercampur lumpur hingga melewati batas dinding penahan bisa saja terjadi sewaktu-waktu jika kawasan Porong tiba-tiba dihantam hujan lebat yang tidak biasa atau cuaca ekstrem dalam durasi yang panjang.

Sebagai langkah antisipasi darurat guna mengurangi beban tekanan pada dinding penahan, PPLS saat ini sedang menggenjot proses pengurasan dan pengaliran endapan lumpur cair untuk dibuang langsung menuju aliran Sungai Porong.

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur