REMBUG Warga NU Jelang Munas Kediri PANAS! Sentil Audit Keuangan Gaib, Kok Iso?
REMBUG Warga NU Jelang Munas Kediri PANAS! Sentil Audit Keuangan Gaib
Finjatim - Dinamika internal organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU), kini tengah berada di titik krusial.
Di satu sisi, gelombang kritik tajam dari warganya sendiri mencuat lewat agenda "Rembug Warga NU Serial 1" yang diinisiasi oleh Forum Bersama (FORBES) NU 26 di Depok. Mereka menyoroti kelemahan manajemen keuangan yang dianggap tidak transparan bagi publik.
Namun di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) justru memilih terus bergerak mengabaikan polemik tersebut dengan mematangkan persiapan akhir forum tertinggi kedua di bawah Muktamar.
Yakni Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–22 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Baca Juga
Ketua Steering Committee Munas-Konbes NU, Prof. KH. Mohammad Nuh, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan logistik di wilayah Kediri.
Mengingat forum ini akan dihadiri sekitar 1.000 ulama, kiai sepuh, dan utusan cabang dari seluruh penjuru nusantara, koordinasi ketat termasuk persiapan pasukan Banser telah disiagakan penuh.
"Kami datang ke Ploso untuk melakukan pengecekan akhir seluruh persiapan pelaksanaan Munas dan Konbes NU yang insyaallah digelar pada 20, 21, dan 22 Juni mendatang. Kami bersyukur dan berterima kasih karena Pondok Pesantren Al Falah Ploso bukan hanya siap, tetapi sangat-sangat siap menjadi tuan rumah," tegas Prof. M. Nuh usai melakukan peninjauan lokasi.
Gus Kautsar Desak Pelayanan Maksimal
Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH. Muhammad Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar, menegaskan komitmen penuh kaum santri dalam melayani para tamu agung ulama se-Indonesia.
Di samping urusan akomodasi, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan forum ini memikul beban berat untuk menelurkan pandangan keagamaan kontemporer. Termasuk hukum Islam seputar fikih digital, kecerdasan buatan, dan regulasi aset kripto.
Baca Juga
- REMBUG Warga NU Jelang Munas Kediri PANAS! Sentil Audit Keuangan Gaib, Kok Iso?
- GAWAT! 7.000 Warga Sidoarjo Positif HIV/AIDS, Ibu Rumah Tangga Tertular
"Kami berupaya semaksimal mungkin berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama. Berbagai persiapan terus kami kebut agar para peserta merasa aman dan nyaman selama mengikuti Munas dan Konbes," jelas Gus Kautsar.
Kontras dengan kemegahan acara di Kediri, kelompok kritis yang tergabung dalam Forbes NU 26 justru mempertanyakan arah akuntabilitas PBNU pasca-Muktamar ke-34 Lampung.
Manajer Riset dan Data Seknas FITRA, KH. Badiul Hadi, menyayangkan ketidakmampuan organisasi sebesar NU dalam menyajikan transparansi kelembagaan secara digital.
“Secara sederhana, PBNU sampai sekarang belum memiliki situs organisasi yang menyediakan informasi kelembagaan secara memadai. NU Online lebih berfungsi sebagai media informasi dan pemberitaan. Di sana publik tidak akan menemukan informasi mengenai audit keuangan organisasi,” sindir Badiul Hadi tajam.
Selain persoalan pengelolaan keuangan organisasi yang dinilai tertutup, ia juga menyoroti rusaknya sistem birokrasi. Seperti lambannya penerbitan Surat Keputusan (SK) hasil Konferensi Cabang di tingkat daerah yang dicurigai sengaja ditahan demi kepentingan politik struktural tertentu.