Arek Jatim . 09/06/2026, 19:04 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia otomotif pada tahun 2022, Hertyoso melanjutkan perjalanan kariernya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama atau Senior Executive Vice President di PT Boma Bisma Indra (Persero). Tak lama berselang, ia kembali mendapat amanah penting sebagai Komisaris Utama di PT Dok Perkapalan Surabaya.
Pengalaman bekerja di lintas sektor usaha milik negara tersebut menjadi bekal dan modal berharga sebelum akhirnya ia resmi bergabung dengan PT Barata Indonesia.
Pada akhir tahun 2023, Hertyoso dipercaya mengisi posisi Direktur Operasi di PT Barata Indonesia. Kariernya di perusahaan ini terus berkembang hingga akhirnya ia ditunjuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia pada tahun 2024 dan menduduki jabatan tersebut hingga saat ini.
PT Barata Indonesia merupakan salah satu perusahaan manufaktur strategis milik pemerintah yang bergerak aktif di berbagai sektor industri utama. Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1971 dan seluruh kepemilikan sahamnya dipegang oleh negara Republik Indonesia.
Fokus utama kegiatan usaha PT Barata Indonesia meliputi bidang-bidang berikut:
Sebagai perusahaan BUMN, Barata Indonesia memegang peranan penting dalam mendukung berjalannya proyek-proyek strategis berskala nasional. Berdasarkan data yang tercantum di situs resmi perusahaan, jumlah modal disetor PT Barata Indonesia telah mencapai lebih dari Rp762 miliar.
Berdasarkan informasi korporasi terkini, susunan struktur pimpinan PT Barata Indonesia saat ini terdiri dari dua pejabat utama. Hertyoso Nursasongko bertindak selaku Direktur Utama. Sementara posisi pengawasan dijabat oleh Sudarso sebagai Komisaris Utama.
Sudarso sendiri dikenal memiliki rekam jejak pengalaman yang panjang di lingkungan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebelum dipercaya menduduki jabatan komisaris di perusahaan ini.
Sepanjang karier birokrasinya, ia pernah memangku berbagai jabatan strategis. Mulai dari kepala kantor wilayah hingga direktur sistem perbendaharaan nasional.
Selain kini tersorot akibat adanya tindakan penggeledahan oleh tim penyidik, PT Barata Indonesia sebelumnya juga sempat menjadi bahasan penting dalam sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait daftar piutang dan kewajiban keuangan sejumlah perusahaan BUMN.
Dalam rapat kerja yang berlangsung pada tahun 2025, dibahas mengenai rincian kewajiban pembayaran sejumlah BUMN terhadap sektor perbankan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media