Arek Jatim . 09/06/2026, 19:04 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim – Penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri di kantor pusat PT Barata Indonesia (Persero) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, membuat perhatian publik tertuju pada jajaran pimpinan perusahaan milik negara tersebut.
Salah satu nama yang banyak dicari adalah Hertyoso Nursasongko. Ia menjabat sebagai Direktur PT Barata Indonesia dan kini memimpin perusahaan manufaktur milik negara tersebut.
Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan penyerahan akhir atau Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC) untuk pengembangan serta modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes di Situbondo.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, proyek tersebut terindikasi merugikan keuangan negara hingga mencapai angka Rp645,2 miliar.
Meski kasus ini telah berkembang, hingga saat ini aparat penegak hukum belum mengumumkan penetapan status tersangka kepada pihak mana pun.
Dalam operasi yang berlangsung sejak Selasa (9/6/2026) pagi, tim penyidik memeriksa sejumlah ruangan strategis di lingkungan kerja PT Barata Indonesia. Selain divisi pengadaan, bagian keuangan, dan unit bisnis pabrik gula, ruang kerja jajaran direksi juga menjadi salah satu lokasi yang diperiksa secara mendalam.
Tindakan ini diambil sebagai bagian dari prosedur penyidikan guna mencari dan mengumpulkan dokumen, data elektronik, isi kontrak kerja sama, hingga catatan administrasi lain yang berkaitan dengan proyek modernisasi PG Assembagoes yang berlangsung dalam rentang waktu tahun 2016 hingga 2022.
Di tengah maraknya pembahasan kasus tersebut, latar belakang dan profil Hertyoso Nursasongko pun menjadi sorotan publik.
Dikutip dari keterangan di situs resmi PT Barata Indonesia, pria kelahiran Jakarta ini dikenal sebagai tenaga profesional di sektor industri manufaktur dengan pengalaman yang panjang di bidang teknik, proses produksi, hingga manajemen operasional perusahaan.
Hertyoso Nursasongko merupakan lulusan Jurusan Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia. Ia memulai karier profesionalnya di dunia industri otomotif nasional, tepatnya pada tahun 1997 saat bergabung dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Selama lebih dari dua puluh tahun mengabdi di perusahaan tersebut, Hertyoso dipercaya menduduki berbagai posisi strategis yang berkaitan langsung dengan proses manufaktur dan pengelolaan sistem operasional pabrik.
Selama bekerja di lingkungan Toyota, Hertyoso telah menempati sejumlah jabatan penting yang membuktikan kemampuannya di bidang industri manufaktur. Beberapa posisi yang pernah diemban antara lain:
Rekam jejak pengalaman tersebut menjadikan namanya dikenal sebagai salah satu tenaga profesional yang memiliki kompetensi kuat dalam mengelola industri berskala besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media