SIASAT LICIK PT Barata Indonesia Gresik TERBONGKAR! Rekayasa Tender PG Assembagoes Rp645 Miliar: Modusnya Kontrak Mundur
SIASAT LICIK PT Barata Indonesia Gresik TERBONGKAR! Rekayasa Tender PG Assembagoes Rp645 Miliar
Masalah tidak hanya berhenti pada kecurangan administrasi, namun juga merembet pada kegagalan teknis di lapangan. PT Barata Indonesia selaku kontraktor utama diduga mengabaikan kesepakatan awal dengan menyingkirkan pihak Sugar Technology International yang bertindak sebagai penyedia teknologi utama.
Hilangnya peran STI menyebabkan rancangan teknis serta proses pengadaan mesin-mesin pabrik menjadi tidak terarah dan kacau. Dampak beruntun dari kecurangan ini membuat peralatan yang terpasang di PG Assembagoes Situbondo ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati di awal.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, proyek modernisasi ini dinyatakan gagal total.
Pabrik tersebut tidak mampu mencapai target kapasitas penggilingan yang ditetapkan sebesar 6.000 ton tebu per hari, kualitas warna gula yang dihasilkan buruk, serta tidak mampu memenuhi target pasokan tenaga listrik sebesar 10 megawatt.
Baca Juga
Akibat kinerja yang jauh dari harapan dan penuh cacat tersebut, pihak PTPN XI secara resmi memutus kerja sama dan mengakhiri kontrak dengan konsorsium tersebut pada tanggal 17 Juni 2022.
Tindakan tegas aparat penegak hukum langsung ditunjukkan di lokasi. Sebanyak delapan orang penyidik dari Kortastipidkor Polri tiba menggunakan dua kendaraan minibus dan langsung masuk ke lingkungan perkantoran PT Barata Indonesia di Gresik.
Proses penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian bersenjata lengkap, serta didampingi oleh tim Tindak Pidana Korupsi dari Kepolisian Resor Gresik.
Hingga saat ini, tumpukan dokumen operasional, berkas perjanjian kontrak, serta data digital yang tersimpan di komputer kerja PT Barata Indonesia telah diamankan dan disita oleh tim penyidik.
Polisi memastikan akan meneliti dan menganalisis seluruh barang bukti tersebut guna menjerat para pejabat tinggi yang dinilai bertanggung jawab secara pidana.
Kasus yang berlangsung dalam rentang tahun 2016 hingga 2022 ini diprediksi akan menyeret nama-nama besar dari jajaran direksi perusahaan milik negara dalam waktu dekat.
Baca Juga
- Semeru Muntahkan Erupsi Beruntun 4 Kali Rabu Pagi, Status Siaga Darurat
- Kortastipidkor Obrak-Abrik Ruang Direktur PT Barata Indonesia Gresik, Usut Korupsi PG Assembagoes Rp645 Miliar, Siapa Tersangkanya?
Dalam proses penggeledahan di kantor PT Barata Indonesia di Jalan Darmosugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik ini, pihak kepolisian benar-benar menelusuri dan mengungkap bukti-bukti rekayasa proyek EPCC pengembangan Pabrik Gula Assembagoes Situbondo milik PTPN XI yang telah merugikan negara lebih dari setengah triliun rupiah tersebut.