Jatim Mbois . 11/06/2026, 15:07 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim – Hari ini menjadi momen paling penting bagi ratusan ribu lulusan SMP di Jawa Timur. Pendaftaran melalui jalur Domisili atau Zonasi untuk jenjang SMA dengan kuota besar sebesar 35 persen dan jenjang SMK sebesar 10 persen, resmi dibuka secara serentak mulai tanggal 11 hingga 12 Juni 2026.
Para calon peserta didik baru diwajibkan bergerak cepat karena sistem pemeringkatan pada jalur ini berjalan sangat ketat. Penentuan diterimanya siswa didasarkan pada gabungan dari nilai akhir rapor, jarak akurat dari tempat tinggal ke sekolah tujuan, serta kecepatan waktu saat melakukan pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengimbau seluruh orang tua dan calon siswa agar benar-benar teliti saat melihat peta pembagian wilayah sekolah yang sesuai dengan alamat yang tercantum dalam Kartu Keluarga.
Keterlambatan meski hanya hitungan menit saat menekan tombol pendaftaran bisa berdampak fatal pada posisi peringkat siswa di dalam sistem daring.
Tahapan pra-pendaftaran berupa pengambilan nomor identitas pribadi atau PIN SPMB/PPDB Jawa Timur 2026 dipastikan sudah ditutup sepenuhnya dan tidak ada perpanjangan waktu lagi.
Berdasarkan hasil verifikasi data akhir dari tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur per Rabu, 10 Juni 2026, tercatat sebanyak 287.659 calon siswa telah berhasil mengamankan PIN pendaftaran mereka.
Sayangnya, dari total 316.078 anak yang mengajukan permohonan, terdapat 4.006 calon murid yang terpaksa tidak berhasil. Mereka gagal mendapatkan PIN hingga batas waktu penutupan karena tidak lolos tahap pengecekan berkas.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta kepada anak-anak yang gagal mendapatkan akses pendaftaran sekolah negeri agar tidak putus asa.
Selama proses verifikasi pengambilan PIN yang berlangsung terus-menerus, Posko Pusat SPMB Dinas Pendidikan Jawa Timur menemukan banyak kendala teknis dan masalah di lapangan.
Sebagian besar kegagalan masuk ke dalam sistem disebabkan oleh hal-hal yang sepele, seperti calon murid yang lupa tanggal penerbitan Kartu Keluarga asli mereka.
Selain itu, ditemukan pula kasus di mana sekolah asal jenjang SMP atau MTs lambat atau belum memasukkan data nilai rapor siswa secara kolektif ke dalam sistem. Kendala-kendala penting lainnya yang ditemukan meliputi:
Untuk meminimalisir kebingungan saat pendaftaran jalur domisili yang berlangsung hari ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur sebenarnya telah menyediakan fasilitas simulasi atau latihan cara mendaftar.
Data menunjukkan ada 146.503 siswa yang memanfaatkan fasilitas simulasi ini. Sementara itu, 169.575 siswa lainnya memilih untuk langsung mendaftar pada hari ini tanpa mengikuti latihan terlebih dahulu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media