Minggu, 07 Juni 2026
--°C --
-- · --
Kampung Rek

BMKG Bongkar Pemicu Gempa Jember-Bali: Akibat Deformasi Batuan Dalam Lempeng

RH
Tim Redaksi
26/05/2026, 22:06 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
BMKG Bongkar Pemicu Gempa Jember-Bali: Akibat Deformasi Batuan Dalam Lempeng

BMKG Bongkar Pemicu Gempa Jember-Bali, Akibat Deformasi Batuan Dalam Lempeng

Finjatim - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat membeberkan secara ilmiah penyebab utama guncangan tektonik yang melanda wilayah Jember hingga Bali pada Selasa (26/5/2026) sore.

Otoritas pusat memastikan bahwa gempa bumi tektonik tersebut dipicu oleh adanya aktivitas patahan atau deformasi batuan yang terjadi di dalam lempeng bumi (intraplate earthquake), bukan karena pergeseran sesar di permukaan tanah.

Hasil pemodelan matematis berbasis komputer penanganan bencana milik BMKG juga langsung menegaskan bahwa karakter gempa laut ini aman.

Karakteristik patahan vertikal-horizontal di zona tersebut dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami di sepanjang garis pantai selatan Jawa maupun Bali.

Advertisement

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," terang Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam rilis tertulisnya.

Kekuatan Gempa Dimutakhirkan Jadi Magnitudo 4,8

Dalam laporan pemutakhiran data (update parameter), BMKG melakukan koreksi presisi terhadap kekuatan gempa yang awalnya tercatat berkekuatan awal Magnitudo 5,1.

Setelah seluruh data dari berbagai stasiun seismograf di Jawa Timur dan Bali masuk secara lengkap, kekuatan riil gempa ditetapkan berada pada angka Magnitudo 4,8.

Pusat gempa terdokumentasi berada pada koordinat lintang-bujur di 9,07° Lintang Selatan dan 113,82° Bujur Timur.

Lokasi persisnya berada di area laut dengan jarak 99 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca Juga

Dengan kedalaman pusat gempa (hiposenter) sedalam 14 kilometer, gempa ini resmi dikategorikan ke dalam klaster gempa bumi dangkal.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,07° LS ; 113,82° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 Km arah Tenggara, Jember, Jawa Timur pada kedalaman 14 km," tambah Wijayanto.

Bagi masyarakat di kawasan Tapal Kuda, khususnya yang sempat panik akibat guncangan skala IV MMI di Jember serta skala III-IV MMI di Banyuwangi, situasi dipastikan berangsur-angsur normal kembali.

Advertisement

Monitor rekaman seismik digital BMKG menunjukkan stabilitas tekanan bumi di area episenter pasca-guncangan utama (mainshock).

Hingga jendela waktu pemantauan kritis awal di sore hari, yakni pukul 15.55 WIB, sensor pendeteksi bencana belum menangkap adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) sekecil apa pun.

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur