Jatim Mbois . 22/05/2026, 15:11 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Kabar baiknya, mahasiswa yang lolos skema ini dibebaskan 100% dari Iuran Pengembangan Institusi (IPI) karena disokong penuh oleh Dana Abadi ITS serta korporasi mitra.
Mahasiswa hanya diwajibkan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang nilainya dimulai sangat murah, yaitu mulai Rp 500.000 per semester, tergantung indeks kemampuan ekonomi orang tua yang diisi saat daftar ulang.
Bagi yang masuk lewat jalur prestasi reguler, pembiayaan kuliah terdiri dari kombinasi dua komponen wajib. Yakni UKT dan IPI.
Nilai UKT reguler non-beasiswa juga dimulai dari Rp 500.000 (kecuali untuk program internasional Joint Degree S1 Teknik Perkapalan sebesar Rp 30.000.000 dan S1 Teknik Sistem Perkapalan sebesar Rp 20.000.000).
Berbeda dengan UKT yang ditagih tiap semester, komponen IPI (uang gedung) hanya dibayarkan sekali selama masa studi.
ITS memberikan kelonggaran berupa skema cicilan: 50 persen dibayar tunai saat daftar ulang, dan sisanya dicicil bertahap selama 5 semester (dari Semester 2 hingga Semester 6).
Institut Teknologi Sepuluh Nopember masih menjadi salah satu kampus favorit di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Selain dikenal unggul di bidang teknologi dan rekayasa, ITS juga aktif mengembangkan inovasi digital, riset energi terbarukan, kecerdasan buatan, hingga kendaraan listrik.
Tingginya peminat jalur mandiri membuat persaingan masuk ITS setiap tahun semakin ketat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media