Arek Jatim . 19/05/2026, 08:29 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Eri juga menyoroti lemahnya koordinasi terkait pendataan SPPG di Surabaya. Menurutnya, banyak dapur MBG yang tiba-tiba beroperasi tanpa pemberitahuan detail kepada pemerintah kota.
“Kami berharap segera ada data lengkap SPPG mana saja yang beroperasi di Surabaya,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkot memastikan tidak akan mempersulit proses perizinan selama dapur memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.
Pemkot Surabaya memastikan pengecekan lapangan terhadap dapur SPPG bisa dilakukan dengan cepat.
Dalam waktu 1x24 jam, tim dari pemerintah kota dapat langsung melakukan inspeksi untuk menilai:
Jika memenuhi syarat, Pemkot akan memberikan rekomendasi penerbitan SLHS kepada pemerintah provinsi.
Kasus keracunan massal MBG pekan lalu menjadi evaluasi serius terhadap pelaksanaan program makanan bergizi gratis di Surabaya.
Sebelumnya, pihak SPPG Bubutan Tembok Dukuh sempat mengklaim bahwa seluruh sertifikasi dapur telah lengkap.
Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata dapur tersebut belum mengantongi SLHS dan ditemukan catatan terkait higienitas.
Temuan itu membuat publik mempertanyakan pengawasan terhadap dapur penyedia makanan siswa.
Eri menegaskan dapur yang tidak memenuhi standar sanitasi dipastikan tidak akan mendapatkan rekomendasi sertifikat laik higiene.
Ia mencontohkan kondisi dapur yang kotor atau tidak memiliki sistem sanitasi memadai bisa langsung ditolak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media