GEGER TULUNGAGUNG! Siswa SD Diduga Terpapar Konten Radikal Lewat Game Online & Medsos
GEGER TULUNGAGUNG! Siswa SD Diduga Terpapar Konten Radikal Lewat Game Online & Medsos
- Komunikasi intensif bersama keluarga
- Pendampingan psikologis rutin
- Aktivitas positif di luar rumah
- Pengawasan penggunaan gadget
- Penguatan hubungan emosional orang tua dan anak
“Pendekatan emosional lebih efektif dibanding larangan keras,” jelas Dwi.
Hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan anak tersebut tidak memiliki kecenderungan radikalisme yang kuat.
Petugas menilai anak masih dalam tahap eksplorasi identitas diri yang umum terjadi pada usia sekolah dasar menuju remaja.
Selain itu, siswa tersebut diketahui memiliki kemampuan akademik cukup baik dan memiliki bakat di bidang digital serta bahasa Inggris.
Baca Juga
“Anak ini sebenarnya punya potensi dan talenta yang bagus, tinggal diarahkan ke hal-hal positif,” kata Dwi.
Setelah beberapa bulan menjalani pendampingan, kondisi psikologis siswa disebut mulai menunjukkan perubahan positif.
Anak kini lebih terbuka terhadap keluarga, aktif kembali dalam kegiatan sekolah, dan mulai mengurangi aktivitas digital yang berisiko.
Perubahan perilaku tersebut dinilai menjadi tanda bahwa metode pemulihan yang diterapkan berjalan efektif.
Pemkab Tulungagung menegaskan langkah pendampingan dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini agar anak tidak semakin jauh terpapar konten berbahaya.
Baca Juga
- Suhu Malang Raya Tembus 17 Derajat, Ini Penyebabnya Menurut BMKG
- Gunung Semeru Erupsi Beruntun 7 Kali, Lumajang – Malang Siaga
Selain pendampingan individual, pemerintah juga mulai memperkuat edukasi literasi digital kepada keluarga dan sekolah.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penggunaan media sosial tanpa pengawasan.