Arek Jatim . 18/05/2026, 10:34 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Pelarian Feri Dg Rumpa (33), buronan kasus penyekapan dan pemerkosaan sadis terhadap seorang mahasiswi di Makassar, akhirnya kandas di Kota Surabaya.
Penjahat kambuhan asal Pulau Sumatera ini berhasil dibekuk oleh tim kepolisian sesaat setelah menginjakkan kaki di Dermaga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Langkah taktis aparat kepolisian ini berhasil menyelamatkan warga Surabaya. Pasalnya, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku sengaja kabur ke Jawa Timur bukan sekadar untuk bersembunyi.
Melainkan sudah menyusun rencana matang untuk memburu korban baru dengan modus operandi yang sama, yakni menyebarkan lowongan kerja (loker) fiktif sebagai pengasuh anak (baby sitter) melalui media sosial.
"Setelah aksinya di Makassar selesai, pelaku berencana berpindah ke Surabaya dan kembali menjalankan modus yang sama. Modus pelaku adalah membujuk korban melalui lowongan kerja palsu. Selain di Makassar, pelaku juga diketahui telah memasang iklan lowongan kerja di Surabaya melalui Facebook," terang Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana.
Aksi keji pelaku di Makassar tergolong sangat terencana. Untuk menjebak mahasiswi yang menjadi korbannya, Feri sengaja menyewa sebuah rumah kontrakan dengan sistem bayar harian demi memuluskan aksi bejadnya sekaligus mengaburkan jejak dari lingkungan sekitar.
Di rumah sewaan itulah korban disekap selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak Jumat, 8 Mei 2026 hingga Minggu, 10 Mei 2026.
Tidak hanya merenggut kesucian korban di bawah ancaman dan penyekapan, Feri juga menguras habis harta benda milik mahasiswi malang tersebut. Sebelum memutuskan kabur menggunakan jalur laut menuju Surabaya, pelaku menggasak sepeda motor dan ponsel pintar milik korban, lalu menjualnya secara cepat kepada seorang penadah berinisial SU.
"Pelaku mengakui telah menjual sepeda motor dan HP milik korban kepada seseorang berinisial SU dengan total harga Rp3 juta," imbuh Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar.
Pihak kepolisian mengungkapkan Feri Dg Rumpa merupakan pelaku kriminal lintas wilayah yang sangat lihai memanfaatkan situasi kelengahan para pencari kerja.
Berasal dari Sumatera, pelaku sengaja merantau ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mencari target yang jauh dari kampung halamannya agar sulit terendus oleh aparat.
Selain terjerat kasus kekerasan seksual dan penyekapan berat di Makassar, rekam jejak kriminal Feri ternyata cukup panjang.
Ia diketahui merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Takalar, Sulawesi Selatan.
Penyidik saat ini tengah melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum melapor.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media