Jatim Mbois . 16/05/2026, 06:25 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim – Sejarah besar bagi pergerakan buruh tanah air resmi terukir di Kabupaten Nganjuk. Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir langsung untuk meresmikan Museum Marsinah beserta fasilitas Rumah Singgah yang berlokasi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu pagi (16/5/2026).
Sebanyak kurang lebih 7.000 massa buruh dari berbagai daerah industri di Jawa Timur, seperti Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga wilayah Nganjuk sendiri, siap memadati lokasi guna menyambut kedatangan Kepala Negara.
Berdasarkan rundown resmi, rombongan Presiden Prabowo dijadwalkan mendarat menggunakan helikopter di Stadion Anjuk Ladang pada pukul 08.45 WIB sebelum kemudian bergeser ke lokasi acara utama yang akan dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Inisiator utama pembangunan proyek ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, menegaskan seluruh proses pendirian infrastruktur sejarah ini sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah ini murni lahir dari kekuatan manajerial kas internal organisasi karena almarhumah Marsinah merupakan bagian dari keluarga besar anggota KSPSI.
Ada hal menarik dan penuh makna di balik pemilihan lokasi pembangunan museum tersebut. Gedung museum yang dirancang modern ini dibangun tepat di sebelah rumah masa kecil pahlawan buruh Marsinah.
Bahkan pondasi utamanya berdiri persis di atas tanah tempat penguburan ari-ari masa kecil Marsinah.
"Ini merupakan sebuah hal yang sangat luar biasa. Di atas museum ini adalah tempat ari-arinya Ibu Marsinah dikuburkan. Jadi ini punya sejarah kuat yang luar biasa," tutur Andi Gani saat memimpin gladi resik di lokasi.
Secara arsitektur dan tata ruang pameran, bangunan ini mengadopsi konsep museum modern internasional.
Tim khusus yang disupervisi langsung oleh Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni, bersama jajaran Desk Ketenagakerjaan Polri, bahkan melakukan kunjungan ke Singapura untuk mengadopsi konsep visual dari National Gallery Singapore.
Saat memasuki area pameran, pengunjung akan disuguhkan berbagai dokumentasi autentik perjalanan hidup Marsinah hingga akhir hayatnya.
Koleksi yang dipamerkan meliputi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media