Dolan Rek . 17/06/2026, 17:10 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Tentu saja, jalan menuju transformasi ini tidak mulus. "Pekerjaan rumah" terbesar adalah membendung euforia negatif. Dominasi anak muda dengan jiwa korsa yang terkadang fanatik kerap memicu konvoi liar atau gesekan antar-perguruan.
Namun, pendekatan persuasif yang dilakukan Polres Madiun Kota dan Pemkot Madiun tahun ini menunjukkan hasil manis.
Alih-alih menggunakan pendekatan represif, pemerintah merangkul para sesepuh dan ketua padepokan.
Edukasi masif digencarkan: bahwa merusak fasilitas berarti merusak "rumah" sendiri dan menghancurkan sumber ekonomi warga sekitar.
Stigma "Suroan Madiun = Mencekam" perlahan tapi pasti terkikis. Pengamanan tetap ketat, namun suasananya kini jauh lebih sejuk, damai, dan penuh dengan geliat transaksi ekonomi.
Jika dikelola dengan inovasi berkelanjutan, tradisi Suroan di Madiun berpotensi menyamai skala festival budaya internasional.
Nilai spiritual, pelestarian warisan leluhur, dan keuntungan ekonomi kini berjalan beriringan.
Madiun membuktikan bahwa tradisi kuno tidak harus bertabrakan dengan modernitas. Justru, ketika dibalut dengan sentuhan manajemen ekonomi kreatif, warisan leluhur.
Seperti Suroan Pencak Silat mampu menjadi lokomotif kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya.
Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer magis sekaligus hiruk-pikuk ekonomi kreatif, Madiun adalah destinasi yang wajib masuk dalam bucket list liburan Anda tahun ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media