PONOROGO KEREN! Reog Garuda Djoyo Manggolo SRT 5 Tembus 10 Besar Nasional
PONOROGO KEREN! Reog Garuda Djoyo Manggolo SRT 5 Tembus 10 Besar Nasional
Finjatim - Kejutan besar mewarnai malam puncak Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI tahun 2026.
Grup Reog cilik besutan anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo bernama Garuda Djoyo Manggolo sukses mencatatkan tinta emas dengan menembus jajaran 10 Besar Pelestari Budaya Tingkat Nasional.
Prestasi ini terbilang sangat fenomenal lantaran status mereka yang baru pertama kali mencicipi ketatnya panggung persaingan Piala Presiden tersebut.
Ajang bergengsi tahunan yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI ini berlangsung sangat meriah selama empat hari penuh, mulai 11 hingga 14 Juni 2026.
Baca Juga
Alun-alun Kabupaten Ponorogo menjadi saksi bagaimana puluhan grup papan atas dari berbagai penjuru tanah air harus mengakui kelihaian seni anak-anak binaan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut.
Persaingan ketat di papan atas akhirnya memunculkan nama-nama penguasa panggung reog nusantara tahun ini. Berdasarkan keputusan dewan juri, Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur sukses memboyong pulang Piala Bergilir Presiden RI setelah dinobatkan sebagai Juara Umum FNRP XXXI.
Sementara itu, untuk kategori kelompok pemuda, Grup Reog Singo Taruno Budoyo perwakilan dari SMPN 1 Ponorogo berhasil menyabet gelar Juara Pertama. Disusul oleh deretan penampilan mengagumkan dari total 32 grup lintas daerah yang berpartisipasi tahun ini.
Reog Ponorogo Menuju Pentas Dunia
Keberhasilan Garuda Djoyo Manggolo menembus dominasi grup-grup besar tak lepas dari aransemen cerita dan koreografi yang sangat apik. Di atas panggung, mereka membawakan lakon klasik kepahlawanan.
Yakni kisah perjalanan Prabu Klono Sewandono saat memimpin rombongan besar untuk melamar sang pujaan hati, putri cantik dari Kerajaan Daha (Kediri).
Baca Juga
- UJI NYALI DI ATAS JURANG 80 METER! Jembatan Kaca Bromo Dibuka Pas Libur Sekolah, Ayo Sopo SING WANI?
- KEREN POL! Fenomena 'Salju' Embun Hiasi Gunung Bromo, Suhu Ekstrem di Bawah 5 Derajat
Kombinasi gerak tari yang lincah, gagah, namun tetap indah berpadu sempurna saat sang pemeran raja mengibaskan senjata andalannya, seutas cemeti sakti bernama Kyai Pecut Samandiman. Sentuhan teatrikal berenergi tinggi inilah yang membuat poin penilaian mereka melesat tajam.
“Sangat lega sekali. Bangga sekali, anak-anak memang luar biasa. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kementerian Sosial (Kemensos) dan jajarannya sudah mengantarkan anak-anak satu langkah lebih maju. Semoga ini awal dari kesuksesan mereka nantinya,” ungkap Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati.
Kemeriahan malam penutupan FNRP 2026 juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah pejabat negara yang hadir langsung ke Bumi Reog. Terlihat di kursi undangan kehormatan.
Di antaranya Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, serta Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, Dwi Marhen Yono.
Kehadiran para pejabat lintas kementerian ini menegaskan bahwa diplomasi kebudayaan melalui Reog Ponorogo bukan sekadar tontonan lokal. Melainkan aset pariwisata nasional strategis yang siap diproyeksikan secara luas ke kancah internasional sebagai warisan budaya tak benda dunia.