Semeru Muntahkan Erupsi Beruntun 4 Kali Rabu Pagi, Status Siaga Darurat
Semeru Muntahkan Erupsi Beruntun 4 Kali Rabu Pagi
finjatim – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat tajam. Pada Rabu, 10 Juni 2026, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami serangkaian erupsi sebanyak empat kali berturut-turut hanya dalam rentang waktu 2,5 jam.
Merespons lonjakan aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga).
Mengingat potensi bahaya yang mengancam, pihak berwenang mengeluarkan larangan tegas bagi warga maupun wisatawan untuk tidak mendekati zona bahaya dalam radius 13 kilometer dari pusat kawah gunung.
Rangkaian letusan beruntun ini tercatat dimulai sejak pukul 05.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 08.00 WIB. Material vulkanik yang dimuntahkan pagi tadi membentuk kolom abu pekat yang menjulang setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah, atau setara dengan ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga
Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, semburan abu vulkanik yang keluar dari kawah Semeru terlihat sangat tebal dengan warna yang bervariasi dari putih hingga kelabu tua. Arah tiupan angin membawa material abu tersebut bergerak ke arah utara dan barat laut wilayah lereng gunung.
Secara teknis, data dari alat seismograf di pos pengamatan menunjukkan adanya kekuatan getaran yang cukup nyata selama proses perubahan bentuk dan pelepasan energi yang terjadi di dalam tubuh gunung berapi.
“Aktivitas erupsi pagi ini terekam jelas di peralatan seismograf kami dengan amplitudo maksimum mencapai angka 22 mm, sedangkan durasi gempa letusan berlangsung selama kurang lebih 113 detik,” ungkap Sigit Rian Alfian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam keterangan resminya pada Rabu (10/6/2026).
Bahaya Awan Panas Hingga Potensi Banjir Lahar Dingin
Selain mewaspadai material abu yang berhamburan di udara, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang bersumber dari Gunung Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bahaya lanjutan.
Petugas pengamatan mengingatkan adanya risiko nyata dari bahaya awan panas guguran serta kemungkinan keluarnya aliran lava baru. Lebih jauh lagi, curah hujan dengan intensitas yang tidak menentu di kawasan puncak dapat sewaktu-waktu memicu banjir lahar dingin yang sangat merusak melalui celah-celah bukaan kawah.
Baca Juga
- 16 SPPG di Jember Mendadak Di-Suspend, Ada Apa?
- Mabes Polri Sikat Mafia BBM di Jember, Solar Subsidi Dijual Harga Industri
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus bersiaga dan telah menyiapkan jalur evakuasi darurat. Selain itu, pihak berwenang juga menghimbau warga untuk selalu memperoleh informasi terbaru melalui saluran resmi PVMBG dan tidak mudah percaya pada kabar tidak benar yang beredar di media sosial.