Sabtu, 06 Juni 2026
--°C --
-- · --
Kampung Rek

Ponpes Ploso Kediri Ditunjuk Jadi Markas Munas dan Konbes NU 2026

RH
Tim Redaksi
05/06/2026, 09:03 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Ponpes Ploso Kediri Ditunjuk Jadi Markas Munas dan Konbes NU 2026

Ponpes Ploso Kediri Ditunjuk Jadi Markas Munas dan Konbes NU 2026

Finjatim - Jawa Timur kembali dipercaya menjadi pusat pergerakan ulama tingkat nasional. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, sebagai lokasi utama penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU tahun 2026.

Agenda penting yang akan menentukan arah kebijakan besar organisasi berlambang bumi tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026.

Keputusan akhir mengenai penetapan lokasi pertemuan besar kaum sarungan di Kediri ini diumumkan langsung melalui surat instruksi resmi bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menegaskan bahwa penunjukan Ploso telah melalui berbagai pertimbangan mendalam, baik dari sisi sosiologis maupun spiritual.

Advertisement

"Bahwa setelah mempelajari dengan saksama laporan Tim Survei yang merekomendasikan tiga calon lokasi Munas Alim Ulama dan Konbes NU, dan setelah mendapatkan pertimbangan dari aspek ruhaniah, saya memilih dan memutuskan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai lokasi penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada tanggal 20–21 Juni 2026," tegas KH Miftachul Akhyar dalam isi surat instruksi organisasi tersebut.

Rais Aam Perintahkan Panitia Kerja Maksimal

Mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat pada pertengahan Juni 2026 ini, jajaran pengurus inti PBNU langsung bergerak cepat tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

KH Miftachul Akhyar mengungkapkan bahwa koordinasi strategis tingkat tinggi bersama Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, bahkan sudah dilakukan secara intensif melalui pesan singkat WhatsApp sejak tanggal 1 Juni 2026.

Langkah cepat ini diambil agar panitia pengarah dan panitia pelaksana segera memantapkan persiapan. Seluruh elemen kepanitiaan diperintahkan untuk bergerak sigap dan bekerja sama sepenuhnya dengan para pemangku kepentingan di Jawa Timur demi menyukseskan forum tertinggi di bawah Muktamar NU tersebut.

"Mengingat semakin terbatasnya waktu yang tersedia, dengan ini saya instruksikan kepada Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana untuk segera bekerja sekuat tenaga dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dengan sebaik-baiknya," perintah Kiai Mifta.

Baca Juga

Sebelum Kabupaten Kediri ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal, tim internal PBNU sempat mempertimbangkan tiga opsi lokasi lain di Indonesia. Namun, arah kebijakan organisasi akhirnya mengerucut ke Jawa Timur setelah Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan usulan kuat dalam Rapat Pleno yang digelar di Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta, pada Kamis 21 Mei 2026 lalu.

Gus Ipul menilai Pesantren Al-Falah Ploso memiliki daya tarik sejarah, tradisi keilmuan yang sangat kuat, serta kedudukan yang sangat dihormati dalam lingkungan budaya warga Nahdliyin.

Pengajuan nama Ploso ini juga merupakan cerminan dari kesiapan lahir dan batin para pengasuh pesantren setempat, terutama setelah adanya komunikasi langsung dengan tokoh kiai kharismatik Jawa Timur tersebut.

Advertisement

"Kami bertemu dengan KH Huda (Nurul Huda Djazuli) dan Gus Kautsar. Beliau berpesan dan menyatakan kesiapannya agar Ploso dijadikan lokasi Munas dan Konbes," urai Gus Ipul untuk mengonfirmasi kesiapan fasilitas dan akomodasi pesantren di Kediri tersebut.

Pembukaan Keramat di Makbarah Syaikhona Kholil Bangkalan

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur