Senin, 08 Juni 2026
--°C --
-- · --
Jatim Mbois

VIRAL! Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Kuasai Bioskop Jatim Lewat Film Komedi Horor Suroboyoan

RH
Tim Redaksi
03/06/2026, 20:06 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
VIRAL! Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Kuasai Bioskop Jatim Lewat Film Komedi Horor Suroboyoan

Sekawan Limo 2 Gunung Klawih Kuasai Bioskop Jatim Lewat Film Komedi Horor Suroboyoan

Finjatim - Industri perfilman lokal kembali diramaikan oleh kehadiran film bergenre horor komedi berbahasa daerah yang sukses mencuri perhatian penonton. Menyusul kesuksesan film pertamanya, "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih" resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia sejak tanggal 27 Mei 2026.

Disutradarai oleh kreator asal Jawa Timur, Bayu Skak, film ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dibandingkan film horor nasional pada umumnya. Tidak hanya menyajikan nuansa teror dan misteri, cerita ini juga dibumbui dengan humor khas warga Surabaya yang dikenal ceplas-ceplos, jenaka, dan mampu mengocok perut penonton.

Keunikan penggunaan dialek Suroboyoan yang mendominasi percakapan menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat film ini langsung viral di media sosial sejak hari pertama penayangan. Film ini bukan sekadar menyajikan kisah seram, melainkan juga memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur yang dikemas dengan cara modern dan menghibur.

Alur cerita dalam film terbaru ini mengambil latar waktu tiga tahun setelah peristiwa mencekam yang terjadi di Gunung Madyopuro. Para anggota kelompok Sekawan Limo kembali dipertemukan dalam sebuah acara keluarga yang awalnya berlangsung penuh kebahagiaan.

Advertisement

Namun, suasana berubah drastis ketika keluarga Andrew mengalami serangkaian kejadian aneh dan misterius yang mengancam keselamatan mereka.

Putri Andrew yang bernama Angel menjadi salah satu sosok yang terperangkap dalam pusaran teror tersebut. Berbagai peristiwa ganjil yang terjadi membuat keluarga tersebut yakin bahwa mereka sedang menjadi sasaran praktik pesugihan yang berkaitan dengan kekuatan gaib.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, sahabat-sahabat lama itu akhirnya memutuskan untuk mencari jawaban di sebuah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis kental, yaitu Gunung Klawih.

Komedi Suroboyoan Jadi Andalan Utama

Petualangan baru dimulai saat rombongan tiba di kawasan Gunung Klawih. Alih-alih menemukan solusi atau jawaban, mereka justru dihadapkan pada kejadian yang jauh lebih menyeramkan dibandingkan pengalaman mereka sebelumnya.

Keadaan semakin rumit ketika Juna, salah satu anggota kelompok, tiba-tiba menghilang secara misterius. Kehilangan Juna diyakini berkaitan erat dengan dunia gaib yang menghuni kawasan gunung tersebut.

Baca Juga

Sejak saat itu, para anggota Sekawan Limo harus berjuang mengungkap misteri sekaligus berusaha menyelamatkan sahabat mereka sebelum terlambat. Konflik antara dunia manusia dan makhluk tak kasat mata menjadi benang merah yang menggerakkan alur cerita hingga akhir film.

Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada dialog-dialog khas Surabaya yang terdengar sangat alami dan luwes. Penonton asal Jawa Timur dipastikan akan merasa akrab dengan berbagai istilah, logat, hingga celetukan khas yang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Bahkan banyak adegan yang diprediksi akan memancing gelak tawa karena mengangkat karakter masyarakat Surabaya yang dikenal blak-blakan, spontan, dan penuh kelucuan. Perpaduan unik antara unsur horor dan komedi inilah yang membuat Sekawan Limo 2 memiliki ciri khas yang kuat dibandingkan film bergenre serupa lainnya.

Advertisement

Jika dibandingkan dengan film sebelumnya, Sekawan Limo 2 menghadirkan peningkatan kualitas visual yang jauh lebih baik. Pengambilan gambar di kawasan pegunungan, suasana malam yang mencekam, hingga efek sinematik yang lebih modern membuat pengalaman menonton terasa lebih mendalam dan nyata.

Selain itu, unsur budaya lokal Jawa Timur tetap dipertahankan sebagai identitas utama cerita. Kehadiran elemen mistis khas Nusantara juga memperkuat nuansa seram tanpa menghilangkan sisi komedi yang menjadi ciri khasnya.

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur