Kampung Rek . 03/06/2026, 21:58 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat secara drastis. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur ini dilaporkan mengalami erupsi berturut-turut sebanyak tujuh kali hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja.
Rangkaian letusan ini memicu terbentuknya kolom abu vulkanik tebal yang membumbung tinggi hingga mencapai 700 meter di atas puncak kawah, sehingga meningkatkan tingkat kewaspadaan bagi warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Berdasarkan data terkini dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru yang berlokasi di Gunung Sawur, serangkaian aktivitas vulkanik ini mulai terjadi sejak dini hari pukul 00.34 WIB dan berlangsung hingga pagi hari pukul 08.00 WIB. Erupsi terakhir dalam rangkaian ini tercatat sangat besar dan masif pada pukul 07.47 WIB.
"Erupsi ketujuh tercatat dengan jelas pada pukul 07.47 WIB. Kolom abu hasil letusan teramati membubung hingga 700 meter di atas puncak, atau secara keseluruhan mencapai ketinggian sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian dalam keterangan resminya.
Secara visual, kepulan material abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan ketebalan yang signifikan, dan bergerak dominan mengarah ke sektor barat daya. Rekaman alat seismograf menunjukkan amplitudo maksimum letusan mencapai angka 21 milimeter dengan durasi getaran gempa selama 124 detik.
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau kategori Siaga. Mengingat tingginya potensi bahaya lanjutan, petugas mengeluarkan instruksi tegas dan melarang keras segala aktivitas manusia di zona-zona berbahaya berikut ini:
Dalam rentang waktu pengamatan selama enam jam, aktivitas di bawah permukaan Gunung Semeru menunjukkan pergerakan magma yang sangat aktif. Tercatat terjadi 16 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo berkisar antara 12 hingga 22 milimeter dan durasi getaran hingga 142 detik.
Selain gempa letusan, alat seismograf juga mendeteksi adanya tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 3 hingga 7 milimeter, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo mencapai 34 milimeter.
Masyarakat setempat, khususnya yang berada di wilayah aliran sungai, diminta untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir lahar dingin, terutama jika wilayah puncak gunung diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava pijar, dan lahar dingin di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru. Khususnya di jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga anak-anak sungai kecil di sekitarnya," pungkas Sigit.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media