Innalillahi, Pantai Payangan Jember Njaluk Korban Maneh! 1 dari 2 Jenazah Ditemukan Mengambang 1 Km Lebih
Pantai Payangan Jember Njaluk Korban Maneh
Finjatim - Operasi pencarian yang digelar tim SAR gabungan di sepanjang garis Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga.
Satu dari dua wisatawan kakak beradik yang dilaporkan hilang digulung ombak ganas laut selatan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 1 Juni 2026.
Jasad korban yang berhasil diidentifikasi sebagai Barokatul Hidayat (27), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, pertama kali ditemukan oleh nelayan lokal pada pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi mengambang pada jarak sekitar 1,21 kilometer ke arah 161 derajat dari lokasi awal kejadian.
Jenazah langsung dilarikan ke daratan sebelum diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk segera disemayamkan dan dimakamkan.
Meskipun satu korban telah dievakuasi, misi kemanusiaan di Pantai Payangan dipastikan belum ditutup. Fokus utama jajaran petugas beralih sepenuhnya untuk melacak keberadaan adik kandung korban, yakni Rifki.
Hingga saat ini, keberadaannya masih belum diketahui di balik gulungan palung laut selatan. Proses pencarian di lapangan dilakukan dengan ketat sambil memperhatikan dinamika cuaca ekstrem dan keselamatan para personel penyelamat.
Untuk mempercepat proses penyisiran, pos komando SAR mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan berbagai elemen penanganan darurat. Tim yang terlibat meliputi Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek dan Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, hingga Senkom Jember.
Operasi ini juga didukung sepenuhnya oleh armada perahu karet bermesin, peralatan penyelamatan air medis, serta perangkat komunikasi yang memadai.
"Memasuki hari ketiga Operasi SAR terhadap dua orang yang terseret arus di Pantai Seruni Payangan, kami berhasil menemukan satu korban atas nama Barokatul Hidayat dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban kami evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Pencarian terhadap korban kedua, yakni Rifki, masih terus dilaksanakan oleh Tim SAR gabungan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.
Kronologi Liburan Berdarah Kakak Beradik Asal Panti
Berdasarkan data dari BPBD Jember, musibah ini bermula ketika kakak beradik tersebut berniat mengisi waktu libur akhir pekan dengan mengunjungi Pantai Seruni Payangan pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Diduga akibat kurang memahami karakteristik ombak pantai selatan yang terkenal memiliki arus balik bawah laut (rip current) yang sangat mematikan, keduanya nekat mandi dan berenang terlalu jauh ke tengah hingga akhirnya tersapu ombak dalam hitungan detik.
Otoritas kedaruratan daerah mengimbau keras kepada para wisatawan, baik warga lokal maupun luar daerah, untuk tidak lagi mencoba berenang di sepanjang pantai selatan Jember selama kondisi gelombang tinggi masih melanda.
Karakteristik batuan dan kedalaman palung di Pantai Payangan dinilai sangat berbahaya bagi siapa saja yang nekat melanggar rambu peringatan keselamatan yang telah dipasang.
"Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan, terutama pada kondisi gelombang dan arus yang cukup kuat seperti yang terjadi di wilayah perairan selatan Kabupaten Jember," jelas Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo.