Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Kampung Rek

MALAH AMBYAR! 20 Tahun Lumpur Lapindo: Dasar Kali Porong Jadi Gumpalan Sedimen Berbahaya

RH
Tim Redaksi
29/05/2026, 16:21 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
MALAH AMBYAR! 20 Tahun Lumpur Lapindo: Dasar Kali Porong Jadi Gumpalan Sedimen Berbahaya

20 Tahun Lumpur Lapindo, Dasar Kali Porong Jadi Gumpalan Sedimen Berbahaya

Finjatim - Tepat pada hari ini, Jumat, 29 Mei 2026, bencana semburan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo genap memasuki usia 20 tahun sejak pertama kali menyembur pada 29 Mei 2006 silam.

Dua dekade berlalu, petaka ekologis yang dipicu oleh pengaliran material pekat tanpa pengolahan ke Sungai Porong terbukti telah merusak tatanan biota air secara ekstrem.

Riset mikroskopik terbaru mendeteksi adanya akumulasi partikel tanah liat halus di bawah 10 mikron yang menyumbat organ pernapasan ikan lokal.

Kerusakan internal tersebut memicu fenomena kematian jaringan (nekrosis) dan penebalan sel (hiperplasia) pada insang ikan.

Advertisement

Tidak hanya menyerang organ dalam, hasil pemindaian menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) juga menunjukkan struktur sisik ikan di sepanjang aliran sungai mengalami deformasi parah, sehingga menjadi rapuh, mudah terkelupas, dan rentan memicu infeksi bakteri massal.

"Sedimentasi besar-besaran menyebabkan tingkat kekeruhan air atau Total Suspended Solids (TSS) meningkat ekstrem dan mengubah komposisi dasar sungai secara nyata. Toksisitas aluminium bisa meningkat sangat berbahaya ketika kondisi air berubah menjadi lebih asam," papar Pakar Ekotoksikologi Departemen Biologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Dewi Hidayati, pada Jumat (29/5/2026).

Spesies Tangguh Keting dan Belanak

Dampak degradasi lingkungan yang masif ini memaksa terjadinya seleksi alam yang kejam di kawasan hilir Sungai Porong.

Hamparan batuan dan pasir yang dulu menjadi rumah ideal bagi berbagai biota sungai kini telah tertutup total oleh lapisan lumpur tebal.

Akibatnya, spesies ikan yang sensitif terhadap perubahan tingkat kekeruhan air dilaporkan telah punah atau bermigrasi menjauh dari zona terdampak.

Kendati demikian, alam menunjukkan respons adaptasi yang unik. Area hilir sungai saat ini mulai dikuasai oleh kelompok ikan predator dan pemakan segala yang memiliki daya tahan tubuh tinggi terhadap limbah.

Fenomena pergeseran ekosistem ini merubah peta keanekaragaman hayati perairan tawar di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya secara permanen.

"Ekosistem hilir kini didominasi spesies tangguh seperti ikan keting, belanak, dan beloso yang mampu beradaptasi dengan kondisi perairan berlumpur," jelas Prof. Dewi yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS tersebut.

Advertisement

Peringatan Dini untuk Keselamatan Komiditas Tambak dan Udang

Meskipun kualitas air di sepanjang aliran utama Sungai Porong mengalami penurunan mutu yang sangat drastis jika dibandingkan dengan area hulu yang masih steril, untungnya kawasan budidaya tambak di sekitar muara dinilai masih berada dalam batas aman.

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur