Arek Jatim . 28/05/2026, 22:10 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Teka-teki mengenai kapan gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur tahun 2026 akhirnya mulai menemui titik terang.
Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, menegaskan kepastian tanggal main agenda besar tersebut sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Langkah ini diambil guna menyelaraskan gerakan konsolidasi internal partai di seluruh wilayah Indonesia.
Meskipun secara legalitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD Demokrat Jatim di bawah komando Emil sebenarnya baru akan kedaluwarsa pada tahun depan, mantan Wakil Gubernur Jatim ini mengisyaratkan adanya potensi percepatan agenda.
Sinyal kuat ini memicu spekulasi hangat di kalangan pengamat politik lokal mengenai arah peta politik Demokrat di tanah pahlawan.
"Di seluruh Indonesia, sebagian provinsi atau DPD sudah melakukan Musda. Untuk Jawa Timur, kami tentu mengikuti arahan dari DPP terkait waktu pelaksanaannya. Kalau mengikuti SK, sebenarnya bisa sampai tahun depan. Tapi kemungkinan besar ada peluang tahun ini. Namun sekali lagi, semuanya tergantung keputusan DPP," terang Emil Elestianto Dardak saat ditemui usai agenda penyembelihan hewan kurban di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Kamis (28/5/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai kesiapannya untuk kembali menahkodai Demokrat Jawa Timur untuk periode berikutnya, suami dari Arumi Bachsin ini memilih untuk tidak sesumbar.
Emil dengan gaya khasnya yang tenang dan diplomatis enggan memberikan jawaban gamblang, sekaligus membiarkan dinamika internal partai bergulir secara alami menjelang forum resmi dibuka.
Proses penentuan nakhoda baru Demokrat Jatim dipastikan bakal melewati mekanisme yang ketat dan melibatkan banyak pihak.
Emil menjelaskan bahwa forum musyawarah daerah hanya menjadi langkah awal, di mana keputusan akhir mengenai komposisi struktural pengurus akan digodok bersama oleh tim formatur yang diisi oleh perwakilan lintas elemen partai.
"Kalau soal itu (maju kembali jadi ketua), lebih seru kalau menunggu waktunya saja," ujar Emil sembari melempar senyum penuh teka-teki kepada awak media.
Bagi Demokrat Jatim, Musda bukan sekadar ajang perebutan kursi tertinggi, melainkan momentum krusial untuk merapatkan barisan menjelang pesta demokrasi.
Pembenahan struktural dinilai harus dilakukan jauh-jauh hari dan tidak boleh mendadak agar mesin partai di tingkat akar rumput, khususnya Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan, bisa langsung tancap gas secara optimal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media