Arek Jatim . 27/05/2026, 20:30 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Sapi kurban milik Presiden RI Prabowo Subianto yang memiliki berat fantastis mencapai 1,1 ton mendadak lepas kendali dan bertingkah agresif saat diturunkan dari truk pengangkut di halaman Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) pada Rabu (26/5/2026).
Sapi jumbo berbulu putih tersebut sempat berlari atraktif hingga menyeruduk barisan warga yang menonton dari jarak dekat.
Kepanikan sempat pecah selama beberapa menit lantaran kekuatan fisik sapi raksasa tersebut sulit diredam oleh tali kekang biasa.
Beruntung, berkat kesiapan dan kecekatan tim jagal serta peternak yang mengawal armada logistik, amukan sapi monster tersebut berhasil dilokalisasi sebelum menimbulkan kerusakan fasilitas umum atau cedera fatal pada jamaah.
Pasca-insiden menegangkan di pelataran parkir, pihak manajemen Masjid Al Akbar langsung bergerak cepat melakukan sterilisasi area.
Sapi raksasa tersebut langsung digiring masuk secara paksa ke dalam tenda khusus showcase hewan kurban utama untuk diisolasi agar kondisinya kembali tenang dan stabil.
Pantauan berkala di dalam tenda menunjukkan bahwa hewan tersebut masih mengalami trauma psikologis akibat perjalanan jauh dan ramainya kerumunan manusia.
Sapi tersebut sempat enggan menyentuh pasokan makanan rumput hijau maupun air minum yang disediakan panitia, serta terus memilih posisi berdiri siaga.
"Kalau lepas tali tidak, artinya masih bisa dikendalikan oleh peternak mulai turun truk hingga showcase. Tapi sapi memang sempat lari-lari atraktif," konfirmasi Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy Noor, saat meluruskan kronologi kejadian di lokasi, Rabu (26/5/2026).
Bukan sembarang hewan ternak, sapi yang dipilih oleh tim kepresidenan untuk berkurban di wilayah Jawa Timur ini memiliki silsilah genetik dan ukuran fisik yang luar biasa.
Berdasarkan data kartu kesehatan hewan, sapi berjenis Peranakan Ongole (PO) murni ini memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut:
"Sapi kurban Presiden Prabowo dibeli langsung dari peternak asal Lamongan," tambah Helmy Noor menerangkan asal-usul komoditas ternak premium tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media