Gempa Magnitudo 5,1 Jember Terasa Kuat hingga Malang dan Bali
Gempa Magnitudo 5,1 Jember Terasa Kuat hingga Malang dan Bali
Finjatim - Dampak guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,1 yang berpusat di tenggara Jember pada Selasa (26/5/2026) sore ternyata berbuntut panjang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan rambatan gelombang seismik dari gempa dangkal tersebut jangkauannya sangat luas.
Tidak hanya menggetarkan dataran Jawa Timur (goyang geden) tetapi juga menyeberang hingga ke Pulau Dewata, Bali.
Episenter gempa yang berada di laut lepas samudra dengan kedalaman 10 kilometer berimbas pada kuatnya getaran yang dirasakan warga di daratan.
Beruntung, meski getaran merembet antarpulau, pemodelan matematis komputer penanganan bencana memastikan aktivitas tektonik ini sama sekali tidak memiliki potensi memicu gelombang tsunami.
"Gempa bumi Jember dengan magnitudo 5,1 itu tidak berpotensi tsunami," tegas Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, saat memaparkan hasil pemodelan resmi pasca-gempa.
Daftar Lengkap Daerah Terdampak Jatim-Bali
Pihak Stasiun Geofisika Malang merinci tingkat kerusakan potensial dan kekuatan getaran menggunakan parameter Modified Mercalli Intensity (MMI).
Berdasarkan laporan koordinasi pos pemantauan di lapangan, wilayah tapal kuda Jawa Timur menjadi sektor yang paling merasakan goncangan utama.
Berikut adalah peta sebaran daerah yang terdampak guncangan gempa sore ini:
- Skala IV MMI (Jember): Getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, menimbulkan sensasi dinding berderit.
- Skala III-IV MMI (Banyuwangi): Guncangan terasa nyata dan membuat sebagian warga panik berhamburan ke luar ruangan.
- Skala III MMI (Bondowoso, Malang, Kuta, & Kuta Selatan Bali): Getaran nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk bermuatan berat sedang melintas.
- Skala II-III MMI (Denpasar Bali): Getaran lemah hingga sedang yang dirasakan oleh beberapa orang.
- Skala II MMI (Blitar & Trenggalek): Getaran ringan yang membuat benda-benda gantung berayun pelan.
Dampak gempa di wilayah Banyuwangi terbilang cukup intens merata di sejumlah area kecamatan, mulai dari Banyuwangi Kota, Genteng, Glenmore, hingga Kalibaru.
Kepanikan sempat melanda sebagian warga karena getaran datang secara tiba-tiba di saat jam istirahat sore hari.
Salah seorang warga lokal, Chofi Zamani, menceritakan detik-detik menegangkan saat rumahnya bergoyang. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengambil langkah seribu untuk keluar ruangan demi mengamankan diri.
"Kaget, pas enak-enak duduk bergoyang dan saya langsung sadar kalau itu gempa. Langsung lari keluar rumah," tutur Chofi mengingat durasi gempa yang dirasakannya terjadi selama lima detik penuh.