Laskar Bola Jatim . 25/05/2026, 16:05 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Metode tersebut dipilih agar tim pelatih bisa melihat kemampuan peserta secara lebih detail, mulai dari visi bermain, pengambilan keputusan, hingga komunikasi di lapangan.
Selain kemampuan menyerang dan bertahan, karakter pemain saat menghadapi tekanan pertandingan juga menjadi perhatian utama.
Tim pelatih menilai metode pertandingan langsung lebih efektif dibanding sekadar tes teknik individu.
Pemilihan Kediri sebagai lokasi seleksi bukan tanpa alasan. Selain memiliki antusiasme peserta yang tinggi, fasilitas lapangan di Inzia Mini Soccer juga dinilai memenuhi standar Football 7 internasional.
Perwakilan manajemen Inzia Mini Soccer, Saifurrahman Nur Hasan, mengaku bangga karena Kediri dipercaya menjadi tuan rumah seleksi nasional.
Menurutnya, sejak awal pihak pengelola memang ingin menghadirkan fasilitas terbaik demi mendukung perkembangan mini soccer di daerah.
“Kami ingin membantu teman-teman atau adik-adik yang ingin melanjutkan prestasi di mini soccer,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kualitas lapangan terus dijaga melalui maintenance rutin agar tetap sesuai standar kompetisi internasional.
Seleksi di Kediri merupakan bagian dari proses pencarian pemain Indonesia Football 7 di luar wilayah Jabodetabek.
Setelah Kediri, tim pelatih dijadwalkan melanjutkan agenda seleksi ke Surabaya sebelum memasuki tahap nasional di Jakarta.
Peserta yang lolos dari tahap regional nantinya akan kembali mengikuti seleksi lanjutan untuk menentukan skuad final Timnas Indonesia Football 7.
Para pemain terbaik nantinya diproyeksikan tampil mewakili Indonesia pada turnamen internasional di Italia.
Kesempatan tersebut menjadi motivasi besar bagi para pemain muda yang ingin membawa nama Indonesia di level dunia mini soccer.
Football 7 atau sepak bola 7 lawan 7 merupakan cabang sepak bola mini yang berkembang pesat di berbagai negara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media