Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Kampung Rek

MENCEKAM! Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter pada Jumat Pagi

RH
Tim Redaksi
22/05/2026, 10:06 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
MENCEKAM! Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter pada Jumat Pagi

Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter pada Jumat Pagi

Finjatim - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali bergejolak. Pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, gunung tertinggi di Pulau Jawa dilaporkan mengalami rangkaian erupsi berturut-turut dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah.

Erupsi pertama yang terekam secara visual terjadi tepat pada pukul 06.44 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi tinggi kolom abu kumulatif teramati berada di ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu pekat tersebut membawa material berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak dominan ke arah timur laut.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis Liswanto dalam laporan resmi pada Jumat (22/5/2026).

Advertisement

Sektor Tenggara Besuk Kobokan Dikosongkan

Satu jam berselang, tepatnya pukul 07.55 WIB, Semeru kembali menunjukkan letupan sekunder.

Namun, pada erupsi kedua ini, tinggi kolom abu dan arah sebaran material vulkanik tidak dapat teramati secara visual dari pos pantau akibat seluruh area puncak tertutup oleh kabut tebal.

Mengingat fluktuasi magma yang masih tinggi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru tetap tertahan pada Level III (Siaga).

Pemerintah melarang keras segala bentuk aktivitas manusia di sektor tenggara sepanjang jalur Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas Liswanto.

Waspada Ancaman Lahar Dingin di 4 Sungai Utama

Selain ancaman material primer dari kawah, otoritas kebencanaan juga memperingatkan warga mengenai risiko perluasan awan panas guguran (APG) serta aliran lahar dingin.

Terutama jika wilayah puncak diguyur hujan lebat. Zona steril sejauh 500 meter dari tepi sempadan sungai wajib dipatuhi di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena potensi perluasan wilayah terdampak bisa mencapai 17 kilometer dari puncak.

Advertisement

Masyarakat setempat dan para wisatawan diimbau untuk terus memantau perkembangan resmi dan menjauhi area lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa jalur sungai kritis yang masuk dalam radar pengawasan ketat meliputi:

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur