Kampung Rek . 21/05/2026, 09:18 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu (20/5/2026) malam dengan status Level III atau Siaga.
Informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan erupsi terjadi sekitar pukul 21.27 WIB.
Kolom abu vulkanik terpantau membumbung setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak kawah.
Erupsi terbaru ini kembali membuat masyarakat di kawasan lereng Semeru diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu langsung dari puncak gunung.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat,” tulis laporan resmi PVMBG terkait aktivitas Gunung Semeru.
Berdasarkan data terbaru PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, letusan Gunung Semeru menghasilkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang.
Arah sebaran abu vulkanik dilaporkan condong menuju wilayah utara. Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 11 detik.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih fluktuatif dan berpotensi kembali mengalami erupsi susulan sewaktu-waktu.
Gunung Semeru sendiri selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan aktivitas guguran lava, awan panas, hingga erupsi berkala.
Saat ini status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan rawan bencana.
Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun lahar.
Potensi bahaya disebut dapat meluas hingga radius sekitar 17 kilometer dari puncak gunung. PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Kawasan tersebut dinilai sangat rawan terhadap lontaran material pijar yang sewaktu-waktu dapat terjadi saat erupsi berlangsung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media