Wali Kota Eri Cahyadi Ngamuk Rek! Ancam Tutup Dapur SPPG NDABLEG di Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi Ngamuk Rek! Ancam Tutup Dapur SPPG NDABLEG di Surabaya
Finjatim - Kasus dugaan keracunan massal makanan program MBG di Surabaya kini menjadi sorotan serius Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bakal memberikan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti lalai hingga menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami keracunan.
Sebanyak 210 siswa dan tenaga pendidik dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga berasal dari olahan daging krengsengan milik SPPG Bubutan Tembok Dukuh.
Kasus ini langsung memicu perhatian publik karena menyangkut keamanan pangan bagi pelajar di Kota Surabaya.
Saat ini, Pemkot Surabaya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Baca Juga
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan diumumkan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya sebagai dasar penentuan langkah hukum maupun sanksi administratif terhadap pihak penyedia makanan.
“Kalau memang terbukti ada pelanggaran, tentu harus ada sanksi tegas kepada SPPG,” ujar Eri Cahyadi, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, evaluasi total akan dilakukan terhadap sistem pengelolaan dapur MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
SPPG Bisa Ditutup Jika Terbukti Lalai
Eri Cahyadi menyebut salah satu opsi sanksi paling berat adalah penghentian operasional atau penutupan SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar kesehatan.
Ia menilai keamanan makanan siswa harus menjadi prioritas utama dalam program MBG.
Baca Juga
- Bos Investasi Kasur Fiktif Surabaya Indah Catur Agustin Dituntut 15 Tahun Penjara, Duit Rp220 Miliar Amblas
- Pekerjakan 2 Anak di Bawah Umur Jadi Terapis Plus-Plus! Gion Spa and Pub Surabaya Digerebek Satpol PP, Manajemen Berkelit
“Apakah SPPG ini ditutup? Apakah memang ada kesalahan? Itu nanti berdasarkan hasil pemeriksaan,” tegas Eri.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena kasus keracunan melibatkan jumlah korban cukup besar.
Eri mengungkap fakta mengejutkan masih ada puluhan dapur SPPG di Surabaya yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Data terbaru menunjukkan sekitar 84 SPPG di Kota Pahlawan belum memiliki sertifikasi tersebut.
Padahal, SLHS menjadi salah satu syarat penting untuk memastikan kebersihan dan keamanan pengolahan makanan.