Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Kampung Rek

Gunung Semeru Masih Mengganas! Status Level III, Potensi Lahar & Awan Panas Mengintai

RH
Tim Redaksi
19/05/2026, 09:05 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Gunung Semeru Masih Mengganas! Status Level III, Potensi Lahar & Awan Panas Mengintai

Gunung Semeru Masih Mengganas! Status Level III, Potensi Lahar & Awan Panas Mengintai

Finjatim - Badan Geologi resmi memperpanjang status vulkanik Gunung Semeru (3.676 mdpl) di Kabupaten Lumajang pada Level III atau Siaga.

Kebijakan ini diambil menyusul hasil rekam seismik sepekan terakhir yang menunjukkan pasokan energi permukaan dan aktivitas kegempaan di dalam perut gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada di garis parameter yang sangat tinggi.

Berdasarkan data kompilasi terbaru, aktivitas di kawah aktif masih didominasi oleh rentetan gempa letusan, embusan, guguran, hingga tremor harmonik.

Selain ancaman muntahan material primer dari puncak, tim pengamat mencatat adanya lonjakan grafik getaran banjir (lahar dingin) yang mengindikasikan jutaan kubik material sisa erupsi di atas gunung siap meluncur deras menyisir sungai-sungai pemukiman jika dipicu hujan lebat.

Advertisement

"Semeru memperlihatkan bahwa aktivitasnya masih didominasi oleh proses permukaan. Terekamnya kejadian getaran banjir dalam periode itu mengindikasikan adanya lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama mengarah ke aliran Besuk Kobokan," tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan resminya pada Selasa (19/5/2026).

Dilarang Beraktivitas di Radius 5 Kilometer dari Kawah

Mengingat tingkat ancaman bahaya yang bisa meledak sewaktu-waktu, Badan Geologi mengeluarkan maklumat larangan beraktivitas (zero activity) bagi siapa saja.

Termasuk warga lokal, penambang pasir tradisional, hingga wisatawan. Peta kawasan rawan bencana (KRB) diperketat dengan aturan dilarang mendekati area kawah dalam radius 5 kilometer dari puncak demi menghindari risiko fatal terkena lontaran batu pijar berukuran raksasa.

Tak hanya sektor puncak, pembatasan ketat juga diberlakukan pada sektor tenggara di sepanjang jalur suplai awan panas utama:

  • Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Steril total sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
  • Sempadan Sungai (Tepi Jalur Lahar): Dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter di sepanjang kanan-kiri pinggiran Sungai Besuk Kobokan karena risiko perluasan awan panas dan terjangan lahar sanggup meluncur hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Bahaya Awan Panas Guguran

Tim ahli vulkanologi menjelaskan bahwa rentetan awan panas guguran (APG) yang kerap keluar belakangan ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Berdasarkan evaluasi komprehensif, APG yang meluncur saat ini bukan dipicu oleh dorongan pasokan magma baru yang masif dari perut bumi (proses magmatik).

Advertisement

Melainkan akibat runtuhnya kubah lava atau material permukaan di bibir kawah yang posisinya sudah tidak stabil akibat akumulasi letusan sebelumnya.

Penumpukan material sisa erupsi berupa skoria (scoria cones) dan aliran lava jenuh di bibir kawah sewaktu-waktu bisa jebol dan berubah menjadi guguran lava pijar skala makro.

Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
Penulis jatim.fin.co.id