Laskar Bola Jatim . 18/05/2026, 22:20 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Dalam sepak bola modern, pemain membutuhkan keseimbangan antara pertandingan kompetitif dan masa pemulihan.
Jika terlalu lama tanpa laga resmi, pemain disebut berpotensi mengalami:
Karena itu, ia meminta operator kompetisi dan penyelenggara turnamen mempertimbangkan ulang jadwal agar lebih sinkron dengan kalender liga nasional.
Piala Presiden sendiri merupakan turnamen pramusim tahunan yang digagas PSSI sebagai ajang pemanasan sebelum Liga Indonesia bergulir.
Kompetisi ini biasanya diikuti klub-klub besar Indonesia dan menjadi perhatian pecinta sepak bola nasional karena sering menghadirkan pertandingan panas sejak awal musim.
Selain menjadi ajang uji coba pemain baru, turnamen ini juga dimanfaatkan klub untuk mengukur kesiapan strategi dan komposisi skuad.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, jadwal padat dan benturan agenda kompetisi kerap menjadi sorotan sejumlah pelatih.
Pada edisi sebelumnya, Persebaya memilih tidak mengikuti Piala Presiden.
Keputusan itu sempat menimbulkan beragam reaksi di kalangan suporter. Sebagian mendukung fokus tim terhadap persiapan liga, sementara lainnya berharap Bajul Ijo tetap tampil demi menjaga atmosfer kompetitif.
Kini, dengan munculnya kritik Bernardo Tavares terhadap jadwal turnamen, peluang Persebaya ikut serta kembali menjadi tanda tanya. Komentar Bernardo Tavares langsung ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak suporter Persebaya menilai kritik tersebut cukup masuk akal karena jadwal kompetisi sepak bola nasional selama ini sering berubah dan kurang konsisten.
Sebagian Bonek juga berharap operator liga bisa membuat kalender kompetisi yang lebih profesional agar klub tidak dirugikan dari sisi teknis maupun fisik pemain.
Meski mengkritik jadwal Piala Presiden, Bernardo memastikan Persebaya tetap fokus mempersiapkan tim untuk musim depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media