Innalillahi! 4 Jemaah Haji Pasuruan Wafat, Suhu Makkah Tembus 44 Derajat
4 Jemaah Haji Pasuruan Wafat, Suhu Makkah Tembus 44 Derajat
Finjatim - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka datang Tanah Suci. Sebanyak empat jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia.
Tiga di antaranya wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, sedangkan satu jemaah meninggal sebelum sempat berangkat ke Arab Saudi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena musim haji tahun 2026 berlangsung di tengah suhu ekstrem yang melanda wilayah Makkah dan Madinah.
Pemerintah pun mengingatkan seluruh jemaah, khususnya lansia, agar lebih menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuki, membenarkan adanya empat jemaah yang meninggal dunia dalam musim haji tahun ini.
Jemaah pertama yang wafat adalah Komariyah (85), seorang jemaah lansia yang meninggal di Madinah pada 26 April 2026.
Tak lama kemudian, Abdul Wahid dari Kloter 7 juga dikabarkan meninggal dunia di Makkah pada 7 Mei 2026. Selanjutnya, Jumaiyah dari Kloter 6 wafat pada 13 Mei 2026 di kota suci yang sama.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji asal Pasuruan. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT,” ujar Ahmad Marzuki.
Satu Jemaah Meninggal Sebelum Berangkat
Selain tiga jemaah yang wafat di Arab Saudi, satu calon jemaah haji lainnya, Abdul Kohar dari Kloter 6, meninggal dunia di Pasuruan sebelum keberangkatan.
Menurut pihak Kemenag, Abdul Kohar sebelumnya sempat masuk dalam rombongan keberangkatan. Namun kondisi kesehatannya terus menurun sehingga harus menjalani perawatan intensif.
“Beliau sempat masuk rombongan keberangkatan, tetapi karena kondisi kesehatan memburuk akhirnya dirawat hingga meninggal dunia di Pasuruan,” terang Marzuki.
Musim haji tahun ini memang menjadi tantangan berat bagi para jemaah. Suhu udara di Makkah dilaporkan mencapai 44 derajat Celsius pada siang hari.
Kondisi tersebut sangat berisiko bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.
Pemerintah Indonesia melalui petugas kesehatan haji terus mengingatkan agar jemaah mengurangi aktivitas fisik berlebihan di luar ruangan.