GAK BERETIKA! Anggota DPRD Jember Viral Main Game & Ngerokok saat Hearing Kesehatan, Sanksi BKD Menanti
GAK BERETIKA! Anggota DPRD Jember Viral Main Game & Ngerokok saat Hearing Kesehatan
Finjatim - Jagat media sosial Jawa Timur tengah dihebohkan dengan viralnya video anggota Komisi D DPRD Jember Ahmad Syahri Assidiqi yang tepergok main game sambil merokok ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) sedang berlangsung.
Aksi tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat karena dinilai tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.
Video itu menyebar luas di berbagai platform media sosial sejak Senin (11/5/2026). Dalam rekaman yang beredar, legislator tersebut tampak fokus memainkan ponsel sambil sesekali mengisap rokok di tengah forum resmi DPRD.
Yang membuat publik makin geram, rapat tersebut diketahui membahas layanan kesehatan masyarakat Kabupaten Jember dan dihadiri sejumlah instansi penting, termasuk Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga kepala puskesmas se-Jember.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, memastikan lembaga akan mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran etika tersebut.
“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kasus ini akan diproses karena menyangkut etika lembaga,” ujar Ahmad Halim, Selasa (12/5/2026).
Video Viral, DPRD Jember Jadi Sorotan
Potongan video yang beredar memperlihatkan seorang anggota dewan yang diketahui bernama Ahmad Syahri Assidiqi duduk di ruang rapat sambil menatap layar ponsel dan memainkan jarinya layaknya sedang bermain game online.
Tak hanya itu, dalam video tersebut juga terlihat adanya rokok yang dipegang saat forum resmi berlangsung di ruang tertutup.
Publik menilai tindakan itu sangat tidak pantas dilakukan ketika rapat sedang membahas persoalan pelayanan kesehatan masyarakat.
Apalagi hearing tersebut merupakan agenda resmi Komisi D DPRD Jember yang melibatkan banyak pihak strategis di sektor kesehatan daerah.
Ahmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD yang viral tersebut merupakan anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember.
Ketua DPRD Jember mengungkapkan yang bersangkutan merupakan anggota baru di lingkungan fraksi.
Menurut Halim, kader tersebut bahkan belum mengikuti pendidikan kaderisasi partai secara penuh.
“Beliau anggota baru di fraksi kami dan belum pernah mengikuti pendidikan kaderisasi di Hambalang,” jelasnya.