Arek Jatim . 14/05/2026, 18:09 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Achmad Syahri Assidiqi (26), anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Gerindra, akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Rabu (13/5/2026).
Langkah ini diambil setelah videonya yang asyik bermain game sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP) membahas kesehatan masyarakat viral dan memicu kemarahan warga net.
Syahri mengakui tindakannya tersebut adalah sebuah kesalahan fatal yang mencoreng marwah lembaga legislatif. Ia menyatakan siap menanggung segala konsekuensi, termasuk sanksi berat yang mungkin dijatuhkan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD maupun internal partai.
Ulah Syahri ternyata berbuntut panjang hingga ke tingkat nasional. DPP Partai Gerindra bergerak cepat merespons kegaduhan ini.
Sang legislator muda dijadwalkan terbang ke Jakarta untuk menjalani sidang pemeriksaan di hadapan Mahkamah Partai pada Jumat, 15 Mei 2026.
Sidang ini akan menentukan nasib politik Syahri ke depan. Mengingat Partai Gerindra sangat menekankan disiplin kader, posisi Syahri sebagai wakil rakyat dari Dapil 6 kini berada di ujung tanduk.
"Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf. Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD," ungkap Syahri dengan nada penyesalan.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan tinggal diam melihat perilaku yang merusak citra dewan.
Pihaknya telah memberikan teguran keras secara lisan dan tertulis sebagai langkah awal. Proses investigasi kini diserahkan sepenuhnya kepada Badan Kehormatan (BK) untuk menilai tingkat pelanggaran etika tersebut.
"Kami atas nama pimpinan DPRD meminta maaf kepada masyarakat Jember. Masalah ini menyangkut etika lembaga. Yang bersangkutan akan diproses karena tidak menerapkan kedisiplinan saat berada di ruang rapat resmi," tegas Ahmad Halim.
Ironisnya, insiden "ngegame" tersebut terjadi saat Komisi D tengah membahas isu krusial mengenai pelayanan kesehatan masyarakat.
Publik menilai tindakan Syahri sangat tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat yang sedang diperjuangkan dalam rapat tersebut.
Syahri berharap kejadian ini menjadi titik balik dan pembelajaran keras dalam perjalanan politiknya yang masih seumur jagung.
Namun, publik Jember kini tengah menanti apakah permohonan maaf saja cukup untuk menebus pelanggaran etika di ruang sidang terhormat tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media