Saat itu, warga secara spontan membantu tetangga yang menjalani isolasi mandiri tanpa harus menunggu instruksi pemerintah.
Kini, melalui program Kampung Pancasila, semangat kepedulian tersebut diarahkan untuk mengatasi berbagai masalah sosial di lingkungan sekitar, seperti:
- Penanganan stunting: memastikan tidak ada balita yang mengalami kekurangan gizi di lingkungan sekitar.
- Anak putus sekolah: mendata dan membantu anak-anak agar dapat kembali mengenyam pendidikan.
- Kemiskinan ekstrem: gotong royong membantu meningkatkan kesejahteraan warga yang membutuhkan.
Eri Cahyadi menutup arahannya dengan optimisme. Ia meyakini bahwa jika para tokoh agama seperti kiai, pendeta, dan pastor dapat bersinergi di tingkat RW, Surabaya akan menjadi contoh nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.