Mihailo Perovic Pamit dari Persebaya: Sekali Hijau Tetap Hijau, Salam Satu Nyali, Wani!
Mihailo Perovic Pamit dari Persebaya
Finjatim - Kabar mengejutkan datang dari pergerakan bursa transfer Liga 1. Masa kebersamaan antara penyerang asing asal Montenegro, Mihailo Perovic, dengan Persebaya Surabaya dipastikan resmi berakhir. Pemain berpostur tinggi tersebut dikonfirmasi tidak akan lagi mengenakan seragam hijau kebesaran Bajul Ijo untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Menandai akhir perjalanannya di Kota Pahlawan, Perovic menuliskan pesan perpisahan yang sangat emosional dan menyentuh hati bagi seluruh pendukung setia Persebaya, Bonek dan Bonita.
Sejak pertama kali tiba di Surabaya pada awal musim lalu, Perovic mengaku langsung jatuh cinta dengan suasana sepak bola yang ada di Jawa Timur. Baginya, tekanan sekaligus dukungan luar biasa yang diberikan oleh Bonek di setiap pertandingan bukan menjadi beban, melainkan sebuah kehormatan terbesar dalam karier sepak bolanya.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua Bonek dan Bonita atas segala dukungan yang kalian berikan kepada saya selama ini. Saya sangat menghargainya. Merupakan suatu kehormatan luar biasa bisa bermain di hadapan mereka di dalam stadion yang penuh sesak. Rasanya benar-benar seperti berada di panggung impian," ungkap Perovic.
Baca Juga
Bagi penyerang andalan ini, kenangan bertanding di tengah gemuruh sorakan dan koreografi suporter di Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi memori yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Kontribusi Perovic Selama Berseragam Bajul Ijo
Meski masa kerja samanya terhitung singkat, sumbangan Perovic di lini depan Persebaya terbilang cukup krusial sepanjang musim berlangsung. Ditempatkan sebagai ujung tombak utama tim, pemain dengan nomor punggung mencolok ini selalu menjadi tumpuan strategi pelatih untuk membongkar pertahanan lawan.
Walaupun catatan golnya tidak terbilang sangat produktif jika dibandingkan dengan penyerang murni lainnya, tekad yang kuat dan etos kerja keras Perovic di lapangan selalu mendapatkan apresiasi tinggi dari tim pelatih maupun para penonton di tribun.
Di akhir pesan perpisahannya, Perovic juga menyelipkan harapan besar bagi masa depan klub yang pernah dibelanya tersebut. Ia sangat berharap agar manajemen dan seluruh pemain Persebaya musim depan mampu memutus kutukan kemarau gelar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Ia menegaskan bahwa meski raganya sudah tidak lagi berada di Surabaya, hatinya akan tetap bergetar setiap kali mendengar nama Bajul Ijo bertanding.
Baca Juga
- Matur Nuwun! Riyan Ardiansyah Pamit dari Persebaya, Curhatannya di IG Bikin Bonek Mewek
- 6 Pemain Asing Resmi Cabut, Siapa Talenta Baru Persebaya Musim Depan?
"Saya sangat berharap musim depan adalah waktunya Persebaya untuk mengangkat trofi juara. Saya akan menjadi orang yang paling bahagia melihat hal itu terjadi! Karena sekali hijau, selamanya akan tetap hijau. Salam Satu Nyali! Wani," pungkas Perovic.