Kamis, 04 Juni 2026
--°C --
-- · --
Dolan Rek

WAYAHE NGADEM REK! Suhu Kota Batu Tembus 16 Derajat Celsius

RH
Tim Redaksi
03/06/2026, 09:03 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi jatim.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
WAYAHE NGADEM REK! Suhu Kota Batu Tembus 16 Derajat Celsius

WAYAHE NGADEM REK! Suhu Kota Batu Tembus 16 Derajat Celsius

Finjatim - Kabar gembira bagi masyarakat Jawa Timur. Akhir pekan ini menjadi momen yang paling pas untuk mencari udara sejuk di Kota Wisata Batu. Berdasarkan data terkini, suhu udara di kawasan ini mencapai angka terendah 16 derajat Celsius pada malam hingga dini hari.

Penurunan suhu yang sangat signifikan ini membuat suasana di Kota Batu terasa sangat sejuk dan nyaman, layaknya sedang berlibur di negara-negara Eropa. Kondisi cuaca yang dingin ini langsung disambut antusias oleh para wisatawan dari berbagai daerah yang mulai memadati kawasan Alun-Alun Batu, kompleks Jatim Park, hingga objek wisata alam di dataran tinggi sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang memastikan bahwa fenomena udara dingin ini diperkirakan akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan. Pada siang hari, suhu maksimal di Kota Batu hanya berkisar antara 25 hingga 28 derajat Celsius. Sementara itu, saat malam hari suhu turun ke kisaran 16 hingga 18 derajat Celsius. Masyarakat Jawa umumnya mengenal fenomena alam tahunan ini dengan istilah bediding.

Peramal Cuaca BMKG Karangploso, Retno Wulandari, menjelaskan ada dua faktor ilmiah utama yang menyebabkan penurunan suhu udara secara drastis ini. Faktor pertama adalah hilangnya tutupan awan secara menyeluruh di langit wilayah Malang Raya selama musim kemarau berlangsung.

Advertisement

“Saat musim kemarau, tutupan awan berkurang. Pada siang hari permukaan bumi menyerap panas matahari, tetapi pada malam hari panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer. Karena tidak ada awan, maka panas tersebut lebih cepat hilang,” jelas Retno Wulandari.

Retno mengibaratkan keberadaan awan seperti selimut alami bagi bumi. Ketika langit bersih tanpa awan, maka kehangatan yang diserap tanah pada siang hari akan menguap begitu saja ke angkasa tanpa ada yang menahannya, sehingga menyisakan hawa dingin yang menusuk tulang di permukaan tanah.

Monsun Australia Bikin Kota Batu Serasa di Luar Negeri

Selain karena faktor minimnya awan, suhu dingin di wilayah Jawa Timur saat ini juga semakin diperparah oleh pola pergerakan angin global.

Retno menambahkan bahwa pergerakan angin dari belahan bumi selatan sedang mendominasi kondisi cuaca di wilayah Nusantara saat ini.

“Wilayah Indonesia dipengaruhi oleh angin timur atau Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering dan lebih dingin dari Benua Australia menuju Indonesia,” tambah Retno menjelaskan faktor penyebab kedua tersebut.

Angin kering yang bertiup langsung dari benua Australia ini melewati samudra yang bersuhu dingin sebelum mencapai Pulau Jawa. Hal inilah yang menyebabkan penurunan suhu secara besar-besaran dan terus-menerus di wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu.

Menyikapi perubahan cuaca yang tergolong ekstrem bagi tubuh manusia yang hidup di daerah tropis ini, pihak otoritas cuaca mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh wisatawan yang berencana berkunjung ke Malang Raya. Wisatawan diminta tidak menganggap remeh perbedaan suhu antara siang dan malam yang sangat kontras agar liburan tidak berujung pada gangguan kesehatan.

Para pengunjung sangat disarankan untuk mempersiapkan kondisi fisik sebaik mungkin sebelum berangkat. Beberapa perlengkapan wajib yang harus dibawa antara lain jaket tebal, pakaian hangat, syal, serta asupan vitamin yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga selama menikmati suasana dingin di Kota Batu.

Advertisement
Bagikan Artikel
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis
FIN Biro Jawa Timur