Ngeri Tapi Siipp! Penari Kesurupan Roh Leluhur, Ritual Seblang Bakungan Banyuwangi Pukau Turis Asing
Ngeri Tapi Siipp! Penari Kesurupan Roh Leluhur, Ritual Seblang Bakungan Banyuwangi Pukau Turis Asing
Finjatim - Daya pikat magis kebudayaan Suku Osing benar-benar menjadi magnet utama sektor pariwisata Jawa Timur pada momentum libur panjang Idul Adha 2026.
Ribuan pelancong domestik hingga turis mancanegara memadati Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, demi menyaksikan langsung keunikan yang eksotis dari Ritual Seblang Bakungan. Puncak ritual ditandai dengan aksi menari di bawah pengaruh supranatural (trance) yang memacu adrenalin penonton.
Tahun ini, sosok perempuan paruh baya bernama Isni yang telah menginjak usia 54 tahun terpilih secara adat untuk mengemban misi sakral tersebut.
Dalam kondisi kehilangan kesadaran total alias kesurupan roh leluhur, Isni bergerak lincah mengikuti tabuhan gending mistis penolak bala seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto dengan mata yang terus terpejam rapat di sepanjang durasi tarian.
Fenomena magis ini tidak hanya memukau warga lokal, tetapi juga menghipnotis wisatawan dari luar negeri. Salah satunya adalah Gergo Zalatnai, pelancong asal Hungaria yang mengaku sangat takjub menyaksikan prosesi tersebut.
Prosesi Ider Bumi, Pawai Obor, Hingga Ritual Makan Massal Pecel Pithik
Sesuai pakem adat setempat, ritual kuno yang diyakini sudah ada sejak tahun 1639 silam ini rutin digelar setiap bulan Dzulhijah (bulan haji), tepatnya sepekan setelah perayaan Hari Raya Idul Adha.
Sebelum sang penari utama memasuki arena dalam kondisi tidak sadar, seluruh warga lokal terlebih dahulu melaksanakan ibadah shalat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan shalat hajat di masjid setempat untuk memohon keselamatan desa dari segala marabahaya.
Langkah berikutnya adalah pelaksanaan ritual Ider Bumi, di mana kepulan asap dan nyala api dari pawai obor dibawa berkeliling mengelilingi batas-batas wilayah desa.
Setelah mengusir energi negatif melalui unsur api, warga menutup rangkaian prosesi awal dengan menggelar kenduri massal di sepanjang jalan Kelurahan Bakungan.
Di atas hamparan tikar yang dibentangkan, warga dan para wisatawan duduk sejajar menikmati hidangan kuliner legendaris khas Banyuwangi, yaitu nasi tumpeng dengan lauk utama pecel pithik (ayam kampung bakar suwir dengan bumbu parutan kelapa muda).
"Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap bertahan di tengah arus modernisasi, serta menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan antarwarga. Tradisi Seblang sendiri bisa dijumpai di dua wilayah yang menjadi basis Suku Osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah," ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (1/6/2026).
Pemkab Banyuwangi Jaga Autentisitas Suku Osing
Bupati Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga Bakungan yang konsisten melestarikan kebudayaan ini secara murni tanpa tergerus arus modernisasi global.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memposisikan Seblang Bakungan sebagai pilar utama dalam portofolio wisata budaya bertaraf internasional.