SEMIFINAL BERDARAH! Piala Ketua PSSI Banyuwangi Berujung Pengeroyokan, Pemicunya Gontok-gontokan Suporter
Finjatim - Semifinal turnamen sepak bola antarkampung (tarkam) memperebutkan Piala Ketua PSSI Banyuwangi tahun 2026 berakhir kelam.
Laga tensi tinggi yang digelar di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi tersebut diwarnai aksi tawuran massal antarsuporter yang bertindak anarkis di area pinggir lapangan.
Kericuhan hebat ini semakin viral setelah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi pengeroyokan brutal beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, tampak jelas sejumlah oknum suporter secara membabi buta menghajar seorang penonton hingga tak berdaya.
Akibat luka serius yang dideritanya, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut harus dievakuasi secara darurat menuju RSUD Genteng guna mendapatkan perawatan intensif.
"Saya lihat dari jauh itu puluhan suporter menghajar seorang suporter di ujung barat dan gak ada yang berani melerai sampai tersungkur. Sepertinya parah," ungkap Hermanto, salah satu saksi mata sekaligus warga Genteng yang hadir langsung di lokasi, Jumat (29/5/2026).
Pemicu Gesekan Antarsuporter di Lapangan Maron
Berdasarkan kesaksian para penonton di lokasi, atmosfer panas sebenarnya sudah terasa sebelum wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.
Kelengahan pihak panitia penyelenggara dalam menyediakan personel keamanan yang memadai membuat basis suporter dari kedua kesebelasan yang bertanding bercampur baur di satu titik tanpa adanya barikade pemisah.
Ketika tensi pertandingan di dalam lapangan mulai meninggi, gesekan verbal di tribun tak lagi terhindarkan hingga berubah menjadi aksi saling lempar batu dan benda tumpul.
Situasi yang mendadak mencekam memaksa ratusan penonton lainnya berlarian menyelamatkan diri keluar dari area stadion mini tersebut.
Meski kondisi di luar garis lapangan sempat tidak kondusif dan diwarnai aksi kekerasan, panitia bersama perangkat pertandingan mengambil keputusan kontroversial untuk tetap melanjutkan jalannya laga.
Pertandingan yang mempertemukan tim tangguh Desi Banteng FC melawan Persegam Gambiran pada Kamis (28/5/2026) sore itu diselesaikan hingga menit akhir.
Laga hidup mati demi memperebutkan satu tiket emas menuju partai puncak dan posisi tiga besar itu berlangsung sangat ketat.
Setelah bermain imbang di waktu normal, Persegam Gambiran akhirnya keluar sebagai pemenang dramatis atas Desi Banteng FC lewat babak adu penalti yang mendebarkan.
Kendati demikian, kemenangan ini ternoda oleh sanksi berat yang kini membayangi kedua tim akibat ulah oknum suporter mereka.