Laskar Bola Jatim . 29/05/2026, 19:07 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
finjatim - Manajemen tim berjuluk Bajol Ijo tersebut secara resmi dipastikan tidak memperpanjang masa bakti gelandang serang asal Portugal, Pedro Matos.
Kepastian hengkangnya sang legiun asing dikonfirmasi langsung oleh sang pemain melalui sebuah pernyataan emosional di akun media sosial pribadinya pada Kamis, 28 Mei 2026.
Pedro Matos, yang mendarat di Kota Pahlawan pada paruh musim kompetisi dengan status pinjaman dari Semen Padang, gagal menunjukkan taringnya sebagai kreator serangan andalan Green Force.
Pemutusan kerja sama ini memperpanjang daftar eksodus pemain asing Persebaya, menyusul kompatriotnya seperti Bruno Paraiba dan Gustavo Fernandes yang lebih dulu angkat kaki dari mes tim.
Langkah tegas manajemen Bajol Ijo tidak terlepas dari performa minor sang gelandang selama mengarsiteki lini tengah Surabaya.
Sepanjang putaran kedua Liga 1, Pedro Matos tercatat hanya diturunkan dalam 12 pertandingan, di mana ia cuma dipercaya sebagai starter sebanyak 5 kali.
Lebih tragisnya lagi, pemain bernomor punggung 93 ini menyudahi masa peminjamannya dengan rapor merah: tanpa sumbangan satu pun gol maupun assist.
Secara jantan, Matos mengakui bahwa dinamika kariernya di Surabaya tidak berjalan mulus sesuai dengan ekspektasi besar yang dibebankan oleh manajemen maupun suporter fanatik, Bonek Mania.
Kendati demikian, ia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari klub dengan atmosfer sepak bola paling gila di Indonesia.
"Hari ini saya mengucapkan selamat tinggal kepada Persebaya, sebuah klub yang benar-benar masif dengan sejarah yang luar biasa, gairah besar, dan orang-orang hebat di baliknya. Meskipun secara pribadi banyak hal yang tidak berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan, saya tetap bersyukur atas semua yang telah diberikan oleh pengalaman ini. Saya terus belajar, tumbuh, dan memberikan yang terbaik setiap harinya," tulis Pedro Matos di akun Instagram miliknya, @pedro.matos93.
Meskipun performanya di atas lapangan kerap mendapat kritik tajam karena dinilai kurang ngeyel dan mlempem, Pedro Matos mengaku sangat terkesan dengan loyalitas yang ditunjukkan oleh Arek-Arek Surabaya. Dukungan tanpa henti yang bergemuruh di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) diakuinya akan menjadi memori indah yang akan ia bawa pulang ke Portugal.
"Adalah sebuah kehormatan bisa mengenakan lambang ini dan mewakili klub yang begitu spesial. Saya pergi dengan rasa hormat, pengalaman, dan kenangan yang akan selalu membekas dalam diri saya selamanya. Untuk para penggemar (Bonek), terima kasih. Gairah, energi, dan dukungan tanpa syarat dari kalian adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Kalian membuat perjalanan ini menjadi jauh lebih spesial," imbuh gelandang berusia 33 tahun tersebut.
Dengan kepergian Matos, tim kepelatihan Persebaya kini memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk untuk merombak total komposisi legiun asing mereka. Manajemen dituntut bergerak cepat di lantai bursa transfer demi berburu playmaker anyar yang memiliki karakter bermain spartan khas Jawa Timuran guna mendongkrak prestasi Persebaya di musim depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media