Laskar Bola Jatim . 29/05/2026, 15:56 WIB

Persebaya Didenda Komdis PSSI Rp250 Juta, Ini Penyebabnya

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Finjatim - Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi denda finansial yang sangat besar Rp250 juta kepada Persebaya Surabaya.

Hukuman ini merupakan buntut dari aksi menyalakan suar (flare) dan petasan secara masif di dalam area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada laga pemungkas musim.

Berdasarkan salinan surat keputusan resmi dari Komdis PSSI tertanggal 26 Mei 2026, manajemen klub kebanggaan warga Kota Pahlawan ini dinyatakan bersalah secara sah karena gagal mengendalikan tindakan suporter.

Aksi bakar-bakaran suar tersebut dinilai telah melanggar regulasi ketat mengenai keselamatan dan kenyamanan di dalam stadion yang diatur dalam Pasal 70 ayat (1), ayat (2) juncto lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

"Suporter Persebaya Surabaya di Tribun Utara, Tribun Timur, dan Tribun Selatan menyalakan flare dalam jumlah banyak. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat," bunyi rilis resmi dari Komdis PSSI dalam surat keputusannya.

Euforia Kemenangan 5-0 Atas Persik Kediri

Ironisnya, pesta cerawat asap itu terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya duel derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri pada Sabtu (23/5/2026) sore.

Dalam pertandingan krusial tersebut, Green Force sebenarnya tampil luar biasa mbois dengan menggilas tim tamu lewat skor telak tanpa balas 5-0.

Berkat tambahan tiga poin penuh di laga penutup tersebut, skuad asuhan Paul Munster berhasil mengunci posisi keempat di klasemen akhir BRI Super League musim kompetisi 2025/2026 dengan mengemas total 58 poin.

Sayangnya, kegembiraan para suporter di tribun utara, timur, hingga selatan yang meluapkan kebahagiaan dengan menyalakan puluhan titik api justru menjadi blunder besar yang merugikan finansial klub.

Mengingat stadion GBT sudah berulang kali menjadi sorotan akibat kasus serupa, Komdis PSSI juga melayangkan surat peringatan keras yang terakhir kali bagi tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Jika pada musim depan stadion berkapasitas 45 ribu penonton tersebut kembali kedapatan menjadi sarang asap jepretan suar, maka sanksi yang dijatuhkan dipastikan bakal jauh lebih mengerikan, seperti laga usiran atau pertandingan tanpa penonton.

Kekecewaan mendalam pun tidak dapat disembunyikan oleh jajaran manajemen tim. Jauh-jauh hari sebelum laga pekan terakhir digulirkan, pihak manajemen sudah melakukan koordinasi intensif dan mengantongi ikrar dari perwakilan elemen suporter untuk menjaga ketertiban bersama demi menghindari denda federasi.

"Kami tentu sangat kecewa dengan adanya insiden flare dan petasan ini di dalam stadion. Padahal, sebelumnya teman-teman suporter sudah berkomitmen bersama untuk tidak menyalakan flare sama sekali selama pertandingan maupun setelahnya demi kebaikan klub," sesal Manajer Persebaya Surabaya, Sidiq Maulana Tualeka.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com