OJO LALI REK! Pengambilan PIN SPMB SMA/SMK Jatim 2026 Dimulai 28 Mei
Pengambilan PIN SPMB SMA-SMK Jatim 2026 Dimulai 28 Mei
Finjatim - Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Timur tahun 2026 terus berjalan. Dalam waktu dekat, proses akan memasuki fase penting berupa pengambilan PIN secara mandiri yang wajib dilakukan seluruh calon peserta didik baru.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengumumkan bahwa pengambilan PIN SPMB SMA/SMK Jatim 2026 dimulai pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026 secara online melalui portal resmi SPMB Jawa Timur.
Tahap ini menjadi salah satu syarat utama sebelum siswa mengikuti proses pendaftaran jalur SMA maupun SMK negeri di seluruh wilayah Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengingatkan para calon siswa agar rutin memantau perkembangan informasi resmi terkait SPMB 2026.
Baca Juga
Menurut Aries, saat ini proses SPMB masih berada pada tahap pembetulan nilai rapor serta verifikasi dan validasi data dokumen oleh operator sekolah.
“Tanggal 28 Mei sampai 9 Juni 2026 merupakan tahapan awal pengambilan PIN secara mandiri melalui online,” kata Aries.
PIN tersebut nantinya digunakan siswa untuk mengakses seluruh tahapan pendaftaran SPMB SMA/SMK Negeri di Jawa Timur.
Karena itu, siswa diminta tidak menunda proses pengambilan PIN agar tidak mengalami kendala saat masa pendaftaran dibuka.
Dokumen Wajib Harus Sudah Lengkap
Dispendik Jatim juga mengingatkan seluruh calon murid baru agar memastikan dokumen administrasi sudah lengkap dan valid sebelum melakukan pengambilan PIN.
Baca Juga
- SIAP-SIAP! Ini Jadwal Pengumuman SPMB Jatim Tahap II 2026, Catat Tanggal dan Link Resminya
- SPMB Jatim Tahap II 2026: Perang Terakhir Masuk SMA/SMK Negeri, Cek Jadwal & Syarat Penting Ini
Beberapa dokumen penting yang wajib dipersiapkan antara lain:
- Kartu Keluarga (KK)
- Nilai rapor semester 1-5
- Surat keterangan domisili
- Akta kelahiran
- Dokumen pendukung jalur khusus jika diperlukan
Aries menegaskan kelengkapan data menjadi faktor penting agar proses verifikasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah saat seleksi berlangsung.
“Pastikan seluruh dokumen administrasi lengkap dan valid,” jelasnya.
Selain soal dokumen, orang tua dan siswa juga diminta lebih waspada terhadap informasi palsu terkait SPMB.