Arek Jatim . 15/05/2026, 14:32 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
“Panggilan pemeriksaan sudah kami kirimkan. Kami akan mendalami keterangan saksi terkait mekanisme pengelolaan keuangan dan proses kredit,” kata Ivan.
Penyidik juga disebut tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan penyimpangan tersebut.
Kasus ini semakin menyita perhatian masyarakat karena berkaitan dengan kebakaran hebat yang melanda gedung Bank Jatim Capem Kalisat pada 29 April 2025 lalu.
Dalam insiden tersebut, sekitar 80 persen bangunan dilaporkan hangus terbakar, termasuk ruang kredit yang menyimpan berbagai dokumen penting.
Api saat itu melalap gedung berukuran sekitar 15x8 meter persegi dan hanya menyisakan area teller di bagian depan bangunan.
Seorang petugas keamanan bernama M. Zainul Lutfi bahkan mengalami luka bakar serius saat berusaha memadamkan api sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Munculnya kasus korupsi ini membuat publik mulai mengaitkan kebakaran Bank Jatim Kalisat dengan dugaan hilangnya dokumen kredit penting.
Meski hingga kini kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran, banyak pihak menilai peristiwa tersebut menjadi bagian yang perlu didalami lebih lanjut dalam proses penyidikan.
Apalagi, ruang kredit disebut menjadi salah satu area yang paling parah terdampak kebakaran.
Pihak kejaksaan belum memberikan pernyataan terkait kemungkinan adanya keterkaitan langsung antara kebakaran dan dugaan korupsi tersebut.
Kasus ini diprediksi masih akan berkembang seiring proses penyidikan yang terus berjalan dalam beberapa pekan ke depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media