Kampung Rek . 15/05/2026, 11:21 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Finjatim - Tragedi memilukan melanda pusat kesehatan terbesar di Jawa Timur. Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya dilalap si jago merah pada Jumat pagi (15/5/2026).
Insiden maut yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini memakan korban jiwa; seorang pasien dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Informasi terbaru mengonfirmasi dampak kebakaran ini sangat fatal bagi pasien yang tengah menjalani perawatan intensif.
Tercatat satu pasien menghembuskan napas terakhir, sementara satu pasien lainnya harus dilarikan ke ruang ICU akibat kondisi kritis selama proses evakuasi.
"Di ICU ada pasien, satu pasien sudah dinyatakan meninggal dunia. Yang satu dilakukan evakuasi," tegas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, Jumat (15/5/2026).
Kebakaran bermula dari lantai 5 Gedung PPJT, tepatnya di area ruang bedah jantung. Dalam waktu singkat, asap hitam pekat membubung tinggi hingga terlihat jelas dari jalanan di luar rumah sakit.
Tak hanya di lantai 5, kepulan asap dilaporkan merembet dan memenuhi area mulai dari lantai 1 hingga lantai 6, membuat suasana di dalam gedung menjadi sangat mencekam bagi pasien dan petugas medis.
Sebanyak 33 pasien yang berada di area terdampak langsung dievakuasi secara darurat. Mengingat lokasi Gedung IGD berada tepat di sebelah Gedung PPJT, petugas BPBD dan DPKP Surabaya bekerja ekstra cepat memindahkan pasien menggunakan bed rumah sakit untuk menghindari paparan asap beracun.
Ada fakta mengejutkan di lapangan saat petugas berjibaku memadamkan api. Dua titik hydrant yang ada di lingkungan RSUD dr Soetomo ditemukan dalam kondisi hampir kering atau tekanannya sangat lemah.
Kondisi ini sempat menyulitkan kerja petugas pemadam kebakaran (PMK) dalam menjinakkan titik api utama di ruang bedah jantung.
"Hydrant masih bisa dipakai, tapi tekanannya kecil sehingga tidak maksimal," keluh salah satu petugas di lokasi kejadian.
Hal ini sangat disayangkan mengingat fasilitas vital seperti rumah sakit seharusnya memiliki sistem proteksi kebakaran yang mumpuni.
Sampai Jumat siang, petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan dan pengeluaran asap dari dalam gedung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media