Jatim Mbois . 15/05/2026, 11:03 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
“Kami mengimbau jemaah untuk memperbanyak istirahat, menjaga cairan tubuh, memakai alat pelindung diri, dan tidak memaksakan aktivitas di bawah terik matahari,” kata Ahmad Marzuki.
Selain menjaga kesehatan, jemaah juga diminta selalu membawa kartu nusuk saat berada di area Masjidil Haram maupun lokasi ibadah lainnya.
Kartu nusuk menjadi dokumen penting bagi jemaah haji selama berada di Arab Saudi karena berkaitan dengan akses layanan dan pengawasan pergerakan jemaah.
Petugas juga meminta jemaah rutin mengonsumsi air putih, menggunakan payung atau topi pelindung, serta memanfaatkan waktu istirahat secara maksimal.
Mayoritas jemaah yang meninggal diketahui berusia lanjut. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa cuaca panas ekstrem menjadi faktor risiko utama selama pelaksanaan haji tahun ini.
Kementerian Agama bersama tim kesehatan haji kini memperketat pemantauan terhadap jemaah lansia, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala dan pendampingan selama ibadah.
Selain faktor cuaca, kelelahan akibat padatnya aktivitas ibadah juga disebut menjadi penyebab menurunnya kondisi fisik sejumlah jemaah.
Hingga pertengahan Mei 2026, pemerintah memastikan pemantauan kesehatan jemaah Indonesia terus dilakukan secara intensif di seluruh sektor layanan haji.
Tim medis Indonesia di Arab Saudi juga disiagakan selama 24 jam untuk menangani kondisi darurat kesehatan yang dialami jemaah.
Pemerintah berharap seluruh jemaah tetap disiplin menjaga kesehatan agar rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar hingga kepulangan ke Tanah Air.
“Keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji,” pungkas Marzuki.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media