Kampung Rek . 09/05/2026, 23:29 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Admin
Finjatim - Polrestabes Surabaya membongkar praktik perjokian berskala nasional yang beroperasi sejak 2017 hingga 2026. Sindikat ini tidak main-main. Mereka mematok tarif hingga Rp700 juta bagi calon mahasiswa yang ingin masuk tanpa pusing ke Fakultas Kedokteran impian.
Penyelidikan mendalam mengungkapkan data yang bikin geleng-geleng kepala. Sebanyak 114 orang klien sindikat ini sudah dinyatakan lolos seleksi dan kini tengah berkuliah di berbagai kampus bergengsi di Pulau Jawa hingga Kalimantan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menegaskan akan berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek untuk menindak tegas oknum mahasiswa tersebut.
"Prinsipnya sindikat ini harus kami ungkap dan bongkar jaringannya agar tidak ada lagi aksi sejenis yang mencederai dunia pendidikan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dikti terkait sanksi bagi mahasiswa yang terbukti terlibat," tegas Luthfi Sulistiawan.
Yang lebih mencengangkan, dari 14 tersangka yang diringkus, terdapat profesi mentereng seperti dokter, mahasiswa, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mereka berbagi peran mulai dari menjadi joki lapangan, pencari klien, hingga teknisi pemalsu dokumen. Para tersangka yang kini berbaju tahanan adalah:
Aksi sindikat ini terbongkar saat pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 21 April 2026 lalu.
Pengawas curiga karena wajah peserta di lokasi tidak sama dengan foto di kartu ujian dan ijazah SMA.
Setelah dikembangkan oleh Unit Pidek Sat Reskrim di bawah pimpinan AKP Tony Hariyanto, polisi menemukan "pabrik" mini pembuat identitas palsu. Di tempat itu, pelaku menyiapkan:
Otak sindikat berinisial K (DPO) mematok harga paket lolos Kedokteran mulai dari Rp500 juta sampai Rp700 juta. Uang panas ini dibagi-bagi dengan porsi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media