Crypto . 17/09/2025, 11:40 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
RSI mingguan bergerak di kisaran 62. Angka ini menunjukkan kondisi netral cenderung bullish. Dengan kata lain, Bitcoin belum masuk area jenuh beli, sehingga ruang kenaikan masih terbuka.
Pasar kripto pekan ini terpengaruh data inflasi Amerika dan ekspektasi suku bunga. Investor mulai melihat peluang bahwa bank sentral akan menahan suku bunga lebih lama. Hal ini membuat sebagian trader memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilai.
Beberapa dompet besar tercatat menambah posisi Bitcoin dalam sepekan terakhir. Sementara itu, dana institusional melalui ETF kripto tetap mencatat arus masuk positif. Aktivitas ini menunjukkan bahwa investor besar melihat peluang jangka panjang meskipun harga belum bergerak eksplosif.
Perkembangan layer-2, integrasi Bitcoin ke dalam jaringan pembayaran, dan adopsi lebih luas dari perusahaan besar juga menambah sentimen positif. Investor menilai Bitcoin tidak hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai infrastruktur keuangan masa depan.
Trader jangka pendek bisa memanfaatkan fluktuasi antara support 114 ribu dolar dan resistance 118 ribu dolar. Pola range trading masih berlaku hingga breakout terjadi.
Investor jangka menengah bisa fokus pada target 120 ribu dolar. Jika harga berhasil menembus level tersebut, potensi kenaikan lebih besar akan terbuka.
Bagi investor jangka panjang, fase konsolidasi di atas 115 ribu dolar menjadi peluang akumulasi. Strategi dollar-cost averaging tetap relevan, terutama untuk mengurangi risiko dari volatilitas jangka pendek.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media